KERINCI, Suara Independent.com ā Gangguan aliran air PAMSIMAS di Desa Pengasilama, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, sudah berhari-hari dikeluhkan warga. Sebagian masyarakat, khususnya warga RT IV, disebut tidak mendapatkan aliran air, sementara warga lainnya di wilayah yang sama masih memperoleh pasokan.
Kondisi tersebut membuat warga resah dan mempertanyakan pengelolaan serta tanggung jawab pemeliharaan fasilitas PAMSIMAS. Keluhan warga disebut telah disampaikan kepada petugas, namun hingga kini belum mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai penyebab gangguan maupun kepastian kapan aliran air kembali normal.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian warga adalah kondisi jaringan dan fasilitas pendukung PAMSIMAS. Jika terdapat pipa yang rusak atau mengalami kebocoran, warga meminta agar segera diperiksa, diperbaiki, atau diganti sehingga gangguan pelayanan tidak berlarut-larut.
Selain persoalan teknis, warga juga mempertanyakan transparansi iuran pemeliharaan. Masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai berapa iuran yang terkumpul, bagaimana dana tersebut dikelola, serta apakah dana pemeliharaan tersedia ketika terjadi kerusakan fasilitas.
āKalau memang kendalanya biaya perawatan atau iuran warga, seharusnya disampaikan secara terbuka. Jangan masyarakat hanya diminta membayar, tetapi ketika air tidak mengalir, tidak ada penjelasan yang jelas,ā ungkap salah seorang warga.
Menurut warga, persoalan ini bukan semata-mata mengenai air yang tidak mengalir, tetapi juga menyangkut tanggung jawab pengelolaan pelayanan air bersih. Masyarakat sebagai penerima manfaat tentu memiliki kewajiban apabila memang terdapat iuran yang telah disepakati. Namun, pada saat yang sama, pengelola juga dituntut menjalankan kewajibannya dalam menjaga fasilitas dan merespons setiap keluhan masyarakat.
Jangan hanya kewajiban warga yang dituntut untuk membayar iuran, sementara ketika pelayanan terganggu masyarakat justru harus menunggu tanpa kepastian. Lalu, di mana tanggung jawab pengelola dalam memastikan PAMSIMAS tetap berfungsi?
Warga berharap pengelola PAMSIMAS segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi jaringan, terutama apabila terdapat pipa atau fasilitas yang mengalami kerusakan. Perbaikan atau penggantian komponen yang rusak dinilai perlu dilakukan segera agar masyarakat kembali mendapatkan akses air bersih.
Warga juga meminta adanya keterbukaan dari pengelola terkait kondisi fasilitas, penggunaan dana pemeliharaan, serta kendala yang menyebabkan perbaikan belum dilakukan. Dengan keterbukaan tersebut, masyarakat dapat mengetahui persoalan sebenarnya dan tidak hanya menerima informasi yang simpang siur.
Persoalan ini diharapkan mendapat perhatian serius dari orang adat yang dalam hal ini selaku pengurus Pamsimas Desa Pengasilama agar pelayanan air bersih kepada masyarakat tidak terus terganggu.
Hingga berita ini diterbitkan, Suara Independent.com masih berupaya memperoleh keterangan dari pengelola PAMSIMAS dan Pemerintah Desa Pengasilama terkait kondisi jaringan, kerusakan fasilitas, mekanisme iuran pemeliharaan, penggunaan dana, serta langkah perbaikan yang akan dilakukan.
Penulis : Redaksi





Tinggalkan Balasan