👁️ Dilihat: 154 kali

SUNGAI PENUH, SUARA INDEPENDENT.COM – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus mendorong modernisasi sektor pertanian melalui penerapan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya padi. Hal itu ditunjukkan Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, saat menghadiri tanam perdana padi menggunakan teknologi PM AAS (Penerapan Modernisasi Pertanian) di Desa Gedang, Kecamatan Sungai Penuh, Kamis (28/8/2026).

Kegiatan tersebut digelar bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi dan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan teknologi pertanian modern kepada petani di Kota Sungai Penuh.

Turut hadir Direktur BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., jajaran Dinas Pertanian Kota Sungai Penuh, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian, serta anggota Brigade Pangan Baton Ayi Bareu Desa Gedang.

Dalam tanam perdana tersebut, petani memanfaatkan teknologi Drum Seeder, alat modern yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses tanam, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, sekaligus mempercepat proses budidaya padi.

Wakil Wali Kota Azhar Hamzah mengapresiasi dukungan BRMP Jambi yang turut mendorong petani di Kota Sungai Penuh untuk beralih menuju sistem pertanian yang lebih modern.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi petani.

Dalam kesempatan tersebut, Azhar Hamzah juga menyampaikan kondisi sejumlah kawasan pertanian di Kota Sungai Penuh kepada jajaran BRMP Jambi. Berbagai persoalan yang dihadapi petani, termasuk kebutuhan infrastruktur penunjang pertanian, turut dibahas untuk mendapatkan perhatian dan tindak lanjut.

Masukan tersebut mendapat respons positif dari BRMP Jambi. Pihak BRMP menyatakan siap memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan penerapan teknologi modern di tingkat petani.

Usai mengikuti tanam perdana, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah melanjutkan kegiatan dengan menghadiri panen raya di Cangking Indah bersama jajaran BRMP, Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, dan Brigade Pangan Baton Ayi Bareu Desa Gedang.

Panen tersebut menunjukkan potensi produksi padi di wilayah Desa Gedang yang cukup menjanjikan. Ketua Brigade Pangan Baton Ayi Bareu Desa Gedang, Joly Satria, menyebut produksi padi saat ini dapat mencapai sekitar 11 ton gabah per hektare.

Ia berharap penerapan teknologi PM AAS dapat semakin meningkatkan produktivitas sekaligus membuat proses budidaya lebih efisien.

“Produksi saat ini bisa mencapai 11 ton per hektare. Kami berharap dengan adanya teknologi PM AAS hasil panen dapat lebih meningkat. Namun yang sangat dibutuhkan petani adalah dukungan sumber air yang lancar agar seluruh lahan sawah dapat berproduksi maksimal,” ujar Joly Satria.

Selain persoalan ketersediaan air dan irigasi, Brigade Pangan Baton Ayi Bareu juga menyampaikan sejumlah kebutuhan lain, di antaranya peningkatan kondisi jalan usaha tani serta sarana dan prasarana pendukung pertanian.

Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap penerapan teknologi modern dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BRMP Jambi, penyuluh, brigade pangan, dan kelompok tani.

Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, efisiensi usaha tani, serta pendapatan dan kesejahteraan petani.

Pemkot Sungai Penuh juga menilai penguatan sektor pertanian menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah, sekaligus mendorong terwujudnya sistem pertanian yang lebih modern, efektif, produktif, dan berkelanjutan.