šŸ‘ļø Dilihat: 92 kali

Kerinci MEDIA SINDENT –Ā  Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Kerinci kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, pekerjaan yang berlangsung di Desa Muara Air Dua, Kecamatan Sitinjau Laut mendapat kritik karena diduga tidak dilengkapi papan merek proyek dan ditemukan galian pondasi yang dinilai tidak sesuai standar teknis.

Program P3-TGAI sendiri merupakan program padat karya tunai dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, yang menggunakan dana APBN. Program ini bertujuan meningkatkan fungsi jaringan irigasi, memperbaiki saluran pertanian yang rusak, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat desa.

Meski demikian, di lapangan warga mempertanyakan transparansi proyek. ā€œKami ingin tahu berapa anggaran, siapa pelaksana, dan durasi pengerjaannya. Tanpa papan merek, masyarakat sulit melakukan pengawasan,ā€ ungkap seorang warga Desa Muara Air Dua.

Sorotan juga datang dari kualitas pekerjaan, terutama pada galian pondasi yang terlihat dangkal dan kurang rapi. Warga khawatir hal ini bisa berdampak pada daya tahan saluran irigasi dan efektivitas pemanfaatannya bagi petani.

Hingga kini, pihak pengelola proyek dan instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait persoalan papan merek dan dugaan ketidaksesuaian galian pondasi.

Masyarakat menekankan pentingnya pengawasan ketat dari pemerintah daerah agar program nasional ini dapat berjalan sesuai standar teknis dan memberikan manfaat optimal bagi warga, terutama petani yang mengandalkan irigasi untuk produktivitas pertanian mereka.