JAMBI, 28 Mei 2025 ā Dengan tekad yang menyala dan semangat kolaborasi yang kuat, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Kerinci hadir dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Aksi Konvergensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (PPPS) yang digelar di Aula Kantor DP3AP2 Provinsi Jambi. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa perjuangan menurunkan angka stunting bukan hanya tugas pemerintah pusat, melainkan juga menjadi tanggung jawab moral dan sosial seluruh elemen daerah.
Selama dua hari penuh, sekitar 130 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi menyatukan visi dan energi demi satu misi besar: menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman stuntingāsebuah kondisi yang tak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tapi juga perkembangan kecerdasan dan masa depan anak-anak Indonesia.
TPPS Kabupaten Kerinci yang hadir melalui lintas OPD, antara lain Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas PPKBPP&PA, Dinas PMD, Kominfo, dan Dinas Sosial, menunjukkan komitmen padu untuk memperkuat sinergi dan mempercepat implementasi aksi konvergensi di tingkat lokal.
Dalam pembukaan acara, Asisten I Setda Provinsi Jambi, Arief Munandar, menyampaikan bahwa penanganan stunting memerlukan pendekatan yang menyeluruh dan tidak bisa berdiri sendiri.
āKita tidak sedang berlomba mengejar angka, tapi menyelamatkan masa depan anak-anak kita. Konvergensi ini adalah ikhtiar bersama agar mereka tumbuh sehat, cerdas, dan siap menyongsong masa depan gemilang,ā ujarnya dengan penuh semangat.
Suasana semakin hidup saat sesi diskusi panel berlangsung, dipandu oleh Sekretaris BKKBN Provinsi Jambi, Yudi Hendra Musrizal, S.IP., M.A., yang menegaskan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam menekan stunting dari hulunya.
āIni bukan sekadar tugas teknis, ini perjuangan kemanusiaan. Saat satu anak terselamatkan dari stunting, maka satu harapan baru bagi Indonesia lahir,ā ucap Yudi, menyentuh hati para peserta.
Tak hanya membahas strategi dan kebijakan, peserta juga dilatih secara teknis dalam penguatan sistem pelaporan aksi konvergensi, hingga simulasi penginputan data intervensi. Semua dilakukan demi memastikan bahwa setiap langkah kebijakan benar-benar menyentuh masyarakat paling bawah, terutama keluarga-keluarga yang rentan.
Angka stunting di Provinsi Jambi yang meningkat menjadi 17,1% berdasarkan data SSGI 2024, menjadi cambuk dan pengingat bahwa pekerjaan rumah belum usai. Namun, di balik angka itu, semangat dan komitmen yang ditunjukkan dalam Bimtek ini membuktikan bahwa harapan belum padam.
TPPS Kabupaten Kerinci menyatakan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan edukasi masyarakat, serta memperluas jangkauan program Bangga Kencana agar intervensi pencegahan stunting dapat benar-benar dirasakan hingga pelosok desa.
Kegiatan ini bukan hanya forum teknis, tetapi telah menjadi manifestasi kepedulian dan semangat gotong royong lintas daerah untuk menjadikan Jambi dan Indonesia sebagai tempat yang lebih baik untuk tumbuh kembang anak-anak tercinta.
Karena di balik setiap upaya menurunkan stunting, ada satu janji luhur yang kita genggam bersama: anak-anak Indonesia berhak tumbuh sehat, cerdas, dan bahagia.





Tinggalkan Balasan