👁️ Dilihat: 55 kali

 

SUNGAI PENUH Media Sindent – Pemerintah Desa Seberang, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, menggelar kegiatan Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak pada Senin (11/08/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi terhadap perempuan dan anak di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan ibu-ibu PKK, pemuda, serta puluhan warga Desa Seberang. Turut hadir sebagai narasumber utama Kanit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kerinci, IPDA Hendra Sugandi.

Kepala Desa Seberang dalam sambutannya menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. “Kami berharap setelah sosialisasi ini, warga lebih peka dan berani mengambil langkah jika menemukan adanya kekerasan atau pelanggaran hak. Desa harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua warganya, terutama perempuan dan anak,” ujarnya.

Sementara itu, IPDA Hendra Sugandi dalam materinya menyampaikan berbagai bentuk kekerasan yang sering dialami perempuan dan anak, mulai dari kekerasan fisik, psikis, hingga kekerasan seksual. Ia juga menjelaskan mekanisme pelaporan yang cepat dan aman, serta peran masyarakat dalam mendukung korban.

“Jangan pernah ragu untuk melapor. Setiap laporan yang masuk akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur, dan identitas pelapor akan kami lindungi. Perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tugas kepolisian, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari masyarakat,” tegasnya.

IPDA Hendra juga mengingatkan pentingnya edukasi sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga, untuk mencegah terjadinya kekerasan. Menurutnya, pengetahuan dan kesadaran warga merupakan kunci pencegahan.

Kegiatan yang berlangsung gedung pertemuan desa seberang,ini berjalan interaktif, dengan sesi tanya jawab antara warga dan narasumber. Warga mengaku sangat terbantu dengan informasi yang disampaikan, dan berharap kegiatan serupa dapat rutin diadakan.

Dengan adanya sosialisasi ini, Pemerintah Desa Seberang optimis angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya dapat ditekan, sekaligus membangun budaya saling menghormati dan melindungi.