๐Ÿ‘๏ธ Dilihat: 590 kali

SUNGAI PENUH, SuaraIndependent.com โ€“ Ribuan jemaah Muhammadiyah di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat, 20 Maret 2026, atau sehari lebih awal dari penetapan pemerintah.

Pelaksanaan sholat Idul Fitri dipusatkan di Masjid Baiturrahman Kota Sungai Penuh, sementara di Kabupaten Kerinci berlangsung di Gedung Islamic Center serta sejumlah masjid lainnya.

Penetapan Hari Raya Idul Fitri oleh Muhammadiyah yang jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, sementara keputusan pemerintah melalui sidang isbat yang menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sidang isbat tersebut dipimpin oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Meskiย  perbedaan waktu pelaksanaan, rangkaian ibadah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan juga mendapat pengamanan dari aparat kepolisian dan TNI setempat.

Dalam khutbah Idul Fitri, khatib mengajak umat Islam untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT, terutama setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan. Selain itu, jemaah juga diimbau untuk menjaga persatuan dan kebersamaan jangan diperdebatan perbedaan penentuan hari raya.

Salah seorang warga Muhammadiyah, H. Syamsuddin, menyampaikan bahwa perbedaan dalam penetapan 1 Syawal merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dipertdebatan.

โ€œIni bukan pertentangan, melainkan perbedaan dalam metode penetapan. Yang terpenting adalah kita tetap berada dalam satu akidah dan menjadikan Idul Fitri sebagai momentum kemenangan bagi umat Islam,โ€ ujarnya.

” Ia juga mengajak seluruh umat Muslim untuk terus menjaga rasa syukur dan mempererat persaudaraan, meskipun terdapat perbedaan dalam pelaksanaan hari raya.

Perbedaan ini, lanjutnya, merupakan bagian dari dinamika diberikan Alloh Swt, untukย  umat Islam, kenfati demikian tetap berlandaskan pada nilai-nilai keimanan, sebagaimana terkandung dalam dua kalimat syahadat sebagai fondasi utama ajaran Islam, Yakniย  pengakuan keesaan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad SAW.” ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽูฐู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ูŽู‘ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู (Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullah), artinya “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”(Red.Syam).