👁️ Dilihat: 95 kali

JAKARTA.Suara Independent.Com– Pertemuan antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Senin (13/04/2026), berlangsung intens selama lima jam.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa kedua pemimpin sepakat memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, terutama energi dan sumber daya mineral (ESDM), termasuk hilirisasi.

“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama jangka panjang di sektor ESDM, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar Teddy.

Selain energi, kedua negara juga menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan, riset dan teknologi, pertanian, serta investasi di berbagai sektor, khususnya pembangunan industri di Indonesia yang berdampak langsung pada pembangunan nasional.

Pertemuan di Istana Kremlin diawali dengan pertemuan bilateral selama dua jam, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan empat mata antara kedua pemimpin.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Seskab Teddy.
Usai pertemuan, Teddy

Ia menyelaskan bahwa Rusia memiliki posisi strategis dalam percaturan global, sehingga kemitraan dengan Indonesia dinilai semakin relevan dan penting.

“Sebagai negara besar Rusia merupakan salah satu negara dengan posisi strategis di dunia, termasuk sebagai pemegang hak veto di PBB dan pendiri BRICS,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, sehingga menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendorong pembangunan jangka panjang.

Lebih lanjut.Teddy menyebut intensitas hubungan bilateral kedua negara semakin erat. Dalam satu tahun terakhir, Presiden Prabowo dan Presiden Putin telah bertemu sebanyak lima kali di berbagai kesempatan.

“Pertemuan terakhir sebelumnya berlangsung pada Desember lalu di Moskow,” tutupnya.(Syam)