šŸ‘ļø Dilihat: 57 kali

KERINCI.Suara Independent.Com-Pencenaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Merao, saat ini dinilai kondisinya pencemaran sudah melewati ambang batas, sangat membahayakan sangat tidak layak lagi digunakan sebagai sumber air baku.

“Pencemaran berat ini terjadi kuat dugaan selain berasal dari aktivitas Galian C di wilayah hulu sungai juga jadi artanatif sebahagian warga tempat limbah dan sampah tanpa terkendali lemahnya pegawasan dan beralih fungsi hutan jadi perladangan.

“Terbiarkan kondisi demikian dampak dapatinya dilihat dengan kasat mata air Sungai Batang Merao sudah berubah warna menjadi keruh kecokelatan.

“Perubahan tersebut sangat ketara ketika di musim hujan, tetapi ketika debit air Sungai Batang Merao kecilpun material lumpur bercampur pasir sisa hasil galian C terlihat terbawa aliran air dan muaranya Danau Kerinci.

“Sisa materian galin C salah satu penyumbang menyebabkan kualitas air Sungai Batang Merao menurun drastis, dampak lain yang ditimbulkan kerusakan ekosistem untuk jangka panjang sungai secara bertahap terjadi pendangkalan demikisn juga Danau Kerinci, ini juga pemicu terjadinya banjir, “Ungkap Syopuan

“Terjadinya pencemaran, dapat ditandai banyaknya ditemukan limbah plastik dan sampah organik yang telah mengendap di sepanjang aliran sungai telah berubah warna jadi hitam menimbulkan bau kurang sedap.

ā€œSebelum aktivitas galian C berapa tahun belakangan, air sungai Batang Merao masih bisa dimanfaatkan oleh warga masyarakat Kerinci yang mendiam bantakan Sungai Barang Merso, untuk mandi,mencuci, kondisi sekarang warga sudah tidak berani lagi. air sudah keruh dan menimbulkan bau tidak sedap,ā€ tuturnya.
.
“Menurut Syopuan, kita sesalkan Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci, kondisi sedemikian, seperti tutup mata dan kurang peka terhadap terjadinya pencemaran, seharusnya Dinas Lingkungan Hidup (LH) bersama instansi terkait lainya secara terpadu berupaya untuk mencegah berlanjunya terjadinya pencemaran dan mengambil langkah tegas, baik dengan menertibkan aktivitas Galian C di hulu sungai maupun meningkatkan pengawasan serta edukasi kepada warga agar tidak membuang sampah ke sungai.

“Jika tidak segera ditangani, pencemaran Sungai Batang Merao ubtuk jangka panjang sangat dikhawatirkan dapat akan menimbulkan dampak kerusakan sangat parah terhadap lingkungan, terutama kesehatan masyarakat berada di wilayah hilir.

“Kerusakan jangka panjang bakal ditimbulkan ekosistem, bakal terjadinya degradasi Habitat Akuatik (Aquatic Habitat Degradation) yang disebabkan Penurunan kualitas lingkungan perairan sehinga menyebabkan kehidupan habitat disungai dan di Danau Kerinci tidak lagi mampu mendukung komunitas biologis aslinya(Red/Syam)