👁️ Dilihat: 103 kali

YOGYAKARTA Suara Independent.Com- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas belanja perjalanan dinas dan mengalihkannya ke program yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama di sektor ekonomi, penataan kota, dan pariwisata.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah.

“Dalam instruksi tersebut, kepala daerah diminta mengurangi perjalanan dinas dalam negeri hingga 50 persen dan perjalanan luar negeri hingga 70 persen,” ujar Hasto, Selasa (14/04/2026).

Ia menjelaskan, anggaran yang dihemat akan difokuskan pada dua kelompok program, yakni non-infrastruktur dan infrastruktur.

Pada sektor non-infrastruktur, Pemkot Yogyakarta akan memperkuat kegiatan berbasis ekonomi kerakyatan, budaya, dan pariwisata. Sejumlah program yang akan didorong antara lain Gebyar UMKM, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC), Jogja Great Sale, Ruwahan Agung, Festival Hadroh, hingga Sarkem Fest.

“Event-event ini bukan hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” jelasnya.

Sementara itu, pada sektor infrastruktur, Pemkot akan memprioritaskan penataan kawasan perkotaan, terutama perbaikan jalan dan trotoar dan Salah satu proyek yang direncanakan adalah revitalisasi trotoar dari kawasan Giwangan hingga XT Square, termasuk penutupan saluran air di Jalan Pramuka

“Semua itu, guna meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, penataan juga akan dilakukan di Jalan DI Panjaitan, meliputi pembangunan trotoar dan taman, serta pelebaran jalan sepanjang sekitar 776 meter dari Jalan Ipda Tut Harsono hingga simpang empat APMD.

Revitalisasi trotoar juga akan menyasar kawasan Kotabaru yang saat ini banyak mengalami kerusakan seperti retak dan pecah.

Di sisi lain, Pemkot Yogyakarta juga berencana meningkatkan kualitas ruang terbuka hijau (RTH). Salah satu programnya adalah pembangunan taman lalu lintas baru yang akan dipindahkan dari Terminal Giwangan ke Balai Benih Ikan Yogyakarta di Jalan Nitikan Baru, Sorosutan, Umbulharjo.
Tak hanya itu, akan dibangun taman dan jalur hijau di sepanjang Jalan Diponegoro hingga simpang tiga Jatikecana, serta pengembangan fasilitas olahraga bagi masyarakat.

Ketua DPRD Kota Yogyakarta, F. X. Wisnu Sabdono Putro, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan efisiensi anggaran tersebut.

“Kami pada prinsipnya sepakat dengan efisiensi ini. Harapannya, anggaran dari perjalanan dinas benar-benar dialokasikan untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.(Syam)