KERINCI.Suara Independent.comā Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,22 miliar untuk sektor pariwisata pada tahun 202
Berdasarkan data yang dihimpun, total anggaran tersebut mencapai Rp 2.227.901.750 yang terbagi dalam 108 paket kegiatan. Salah satu alokasi terbesar terdapat pada program Penelitian Potensi Pariwisata dengan nilai sekitar Rp 200 juta.
Selain itu, anggaran juga digunakan untuk berbagai kegiatan pendukung lainnya, seperti perbaikan ikon huruf timbul di sejumlah objek wisata unggulan, di antaranya Danau Kerinci dan Air Terjun Telun Berasap. Anggaran tersebut juga mencakup penyewaan peralatan studio guna mendukung pelaksanaan event dan festival daerah.
Pengamat pariwisata, Syamsu, menyampaikan bahwa Kabupaten Kerinci memiliki potensi besar di sektor pariwisata, baik dari sisi wisata alam, budaya, maupun buatan. Menurutnya, potensi tersebut berpeluang memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Ia juga menilai dukungan dari sektor swasta, seperti transportasi, restoran, dan perhotelan, relatif memadai, meskipun sebagian berada dalam wilayah administratif Kota Sungai Penuh.
Namun demikian, Syamsu berharap ke depan pengembangan sarana dan daya tarik wisata dapat menjadi perhatian lebih. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Menurutnya, tingginya kunjungan wisatawan pada momen tertentu, seperti libur hari raya, dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk terus membenahi objek wisata agar semakin menarik.
āHal tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar potensi yang ada dapat dimaksimalkan,ā ujarnya.(Syam).





Tinggalkan Balasan