👁️ Dilihat: 52 kali

Kerinci ,MSNC –  Suasana penuh suka cita dan semangat religius membungkus penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Desa Siulak Gedang, Kamis malam (26/6/2025). Tak hanya sekadar penutupan, acara ini juga dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H dan pawai obor spektakuler yang diikuti ratusan anak-anak serta warga setempat, menjadikan malam itu begitu berkesan bagi masyarakat.

MTQ yang dipusatkan di Lapangan Bola Voli Siulak Gedang itu turut dihadiri oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Ketua DPRD Irwandi, Anggota DPRD Dapil I Iqbal, Ketua TP PKK Nofra Wenti Monadi, Camat Siulak Sutan Nurman, Kapolsek Gunung Kerinci, Kades Saldian Budi, tokoh masyarakat, dan penceramah kondang Buya Sijum Latif.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi mengapresiasi semangat masyarakat dan panitia dalam menyelenggarakan MTQ. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia yang religius dan berkarakter Qur’ani.

“MTQ bukan hanya soal siapa yang terbaik dalam melantunkan ayat suci, tetapi ini adalah proses membangun generasi Qur’ani—anak-anak muda yang cinta Al-Qur’an, yang akan membawa nama baik daerah di masa depan,” ujar Bupati Monadi penuh harap.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan tidak semata berbicara soal jalan dan bangunan fisik, tetapi juga soal pembinaan akhlak dan spiritualitas masyarakat. Bupati pun mengajak seluruh warga menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum refleksi dan perubahan menuju kebaikan.

“Kalau selama ini kita belum cukup baik, mari tahun baru hijriah ini kita perbaiki diri. Jadikan momen ini sebagai tonggak perubahan menuju pribadi yang lebih baik, lebih taat, dan lebih peduli terhadap sesama,” imbuhnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pembinaan keagamaan, Bupati Monadi menyerahkan anggaran kepada LPTQ Desa untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ke depan. Tak hanya itu, penutupan MTQ juga dimeriahkan dengan penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat dan pemberian apresiasi berupa bantuan kepada siswa-siswi berprestasi di desa tersebut.

Masyarakat yang hadir tampak antusias dan berharap kegiatan seperti ini dapat digelar secara rutin, tidak hanya sebagai syiar Islam, tetapi juga sebagai media pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia dan cinta Al-Qur’an.

( RK )