👁️ Dilihat: 125 kali

SUNGAI PENUH SUARA INDEPENDENT .COM- Dalam upaya menjaga nyala api tradisi dan melestarikan warisan adiluhung, masyarakat adat Sungai Penuh bersiap menggelar perhelatan budaya akbar bertajuk “Kenduri Sko Enam (6) Luhah Sungai Penuh”. Mengangkat esensi mulia melalui tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab”, rangkaian ritual adat dan festival budaya ini akan menyemarakkan kota mulai tanggal 21 Juni hingga 5 Juli 2026.

Kenduri Sko tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum krusial untuk meneguhkan kembali pilar-pilar hukum adat, mempererat tali silaturahmi antarluhah, sekaligus meregenerasi nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda di tengah arus modernisasi.

Geliat Rangkaian Agenda Adat dan Budaya

Pergelaran ini dirancang secara maraton dengan melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat adat. Berikut adalah jadwal komprehensif rangkaian kegiatannya:

  • Ritual Pembuka: Acara Ajun Arah

    • Waktu: Minggu, 21 Juni 2026

  • Malam Pergelaran Seni dan Budaya Panggung apresiasi seni tradisional akan digulirkan secara bergilir di enam wilayah luhah adat guna menampilkan kekayaan seni tutur, musik, dan tari pusaka:

    • 25 Juni 2026: Di Luhah Rio Mangku Bumi

    • 26 Juni 2026: Di Luhah Rio Temenggung

    • 27 Juni 2026: Di Luhah Rio Mendiho

    • 28 Juni 2026: Di Luhah Datuk Singarapi Putih

    • 29 Juni 2026: Di Luhah Pemangku Rajo

    • 30 Juni 2026: Di Luhah Rio Jayo

  • Acara Puncak Kenduri Sko

    • Waktu: Sabtu, 4 Juli 2026

  • Acara Sakral: Penobatan Pemangku Adat

    • Waktu: Minggu, 5 Juli 2026

Ketentuan Busana Tradisional (Dress Code)

Untuk menghidupkan atmosfer budaya yang magis dan autentik, panitia pelaksana mengimbau seluruh anak jantan dan anak betino, serta para tamu undangan, untuk hadir dengan mengenakan pakaian khas daerah bertajuk: “Hadir dengan Pakaian Nuansa Sunge Pnoh Dahin”.

Spesifikasi busana yang disepakati mengacu pada tatanan berpakaian adat:

  • Pria (Laki-laki): Teluk Belango, Celana Panjang, Kopiah, dan kain Sarung yang disandang (syal).

  • Wanita (Perempuan): Baju Kurung, Kain (tehak), serta dipercantik dengan Selendang (Tapau).

Melalui perhelatan suci dan meriah ini, Lembaga Adat beserta panitia pelaksana mengundang dengan hormat segenap lapisan masyarakat, pemerhati budaya, dan wisatawan untuk hadir saksi hidup lestarinya peradaban luhur di Bumi Sungai Penuh.