👁️ Dilihat: 124 kali

SUNGAI PENUH, MEDIA SINDENT – Sejauh mata memandang dari jantung Kota Sungai Penuh, sebuah gugusan hijau menjulang menembus awan. Masyarakat mengenalnya sebagai Bukit Khayangan. Julukan “Negeri di Atas Awan” bukanlah sekadar bumbu promosi pariwisata, melainkan sebuah realitas magis yang telah diakui secara nasional. Namun, di balik keindahannya yang memukau, Bukit Khayangan menyimpan lapisan misteri dan sejarah yang berakar kuat pada spiritualitas masyarakat lokal.

Etimologi: Jejak Putri dan Kepercayaan Leluhur

Secara harfiah, “Khayangan” merujuk pada tempat suci atau tempat tinggal para dewa. Nama ini tidak muncul begitu saja. Berdasarkan penelusuran sejarah lisan di Desa Renah Kayu Embun, Bukit Khayangan dinamakan demikian karena kepercayaan turun-temurun bahwa puncak bukit ini merupakan tempat bersemayamnya seorang putri dari khayangan (bidadari).

Keberadaannya yang sering kali “hilang” di balik kabut tebal memperkuat keyakinan masyarakat zaman dahulu bahwa bukit ini adalah jembatan antara dunia manusia dan dunia dewata. Bahkan, beberapa mitos lokal menyebutkan adanya sosok “Ntuwu Dahek” atau penunggu hutan berupa harimau tua yang menjaga kesucian kawasan perbukitan ini.

Mahakarya Alam dari Ketinggian 1.500 MDPL

Secara geografis, Bukit Khayangan merupakan bagian dari barisan bukit yang mengelilingi lembah Kerinci. Terletak di ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl), objek wisata ini menawarkan panorama spektakuler yang sulit ditemukan di tempat lain di Sumatera.

Dari puncaknya, pengunjung disuguhi pemandangan “360 derajat” yang menakjubkan:

  • Ke arah Timur: Hamparan biru Danau Kerinci yang berkilau terpapar matahari.

  • Ke arah Bawah: Lanskap Kota Sungai Penuh yang tampak seperti miniatur tertata rapi.

  • Ke arah Barat: Punggung Bukit Barisan yang berselimut kabut abadi.

Juara Nasional: Pengakuan di Panggung API 2017

Bukan sekadar kebanggaan lokal, Bukit Khayangan telah menorehkan tinta emas di tingkat nasional. Pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017, destinasi ini resmi dinobatkan sebagai Juara I Kategori Dataran Tinggi Terpopuler di Indonesia, mengalahkan nominasi kuat lainnya dari seluruh penjuru nusantara.

Penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata RI tersebut menegaskan posisi Bukit Khayangan sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga nilai sejarah dan budaya yang kental.

Menuju Wisata Masa Depan

Kini, Bukit Khayangan telah bertransformasi dari kawasan yang dianggap sakral menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di Kota Sungai Penuh. Infrastruktur yang terus dibenahi oleh pemerintah daerah menjadikannya destinasi yang ramah bagi keluarga maupun kaum milenial yang memburu swafoto di tengah samudera awan.

Bagi siapa pun yang berkunjung, Bukit Khayangan bukan sekadar tempat berwisata. Ia adalah pengingat tentang betapa indahnya “Sekepal Tanah dari Surga” yang dititipkan di Bumi Kincai. Menyambangi puncaknya adalah upaya menyelami kembali legenda masa lalu, sembari mensyukuri mahakarya Tuhan yang tersaji di depan mata

Edi Tanjung