👁️ Dilihat: 53 kali

KERINCI MSNC- Komitmen Pemerintah Republik Indonesia dalam membangun sektor pertanian dari desa kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP, ke Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada Rabu (23/7/2025). Dalam kunjungan yang dipusatkan di Desa Tanjung Mudo, Kecamatan Sitinjau Laut, Mentan memimpin langsung Gerakan Percepatan Tanam Padi, sekaligus menandai keseriusan pusat dalam menjadikan Kerinci sebagai lumbung pangan strategis di wilayah Sumatera.

Dalam pidatonya yang disambut antusias ribuan petani, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintahan daerah, Menteri Amran menyampaikan target ambisius untuk optimalisasi lahan pertanian di Jambi, khususnya di Kerinci.

“Kita targetkan 12.000 hektare lahan optimasi di wilayah ini. Bantuan alsintan, perbaikan irigasi, benih, pupuk, dan dukungan lainnya akan kami siapkan. Jambi harus mampu swasembada beras, bahkan menyuplai kebutuhan ekspor ke Singapura dan Malaysia dalam beberapa tahun ke depan,” tegas Mentan Amran.

Ia menyoroti potensi besar Kabupaten Kerinci yang kini telah mencatatkan surplus beras, menjadikannya sangat layak untuk dikembangkan sebagai pusat produksi dan distribusi pangan, tidak hanya untuk Provinsi Jambi tetapi juga secara regional dan internasional.

“Kerinci ini potensinya luar biasa. Saat ini sudah surplus beras, tinggal kita tingkatkan produktivitasnya agar bisa menyuplai daerah lain bahkan ekspor. Kementerian siap mendukung penuh,” lanjutnya.

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerahnya. Ia memaparkan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura serta BPS yang mencatat produksi padi tahun 2024 mencapai ±87.791 ton, dengan luas panen 16.332 hektare dan produktivitas rata-rata 5,3 ton per hektare. Capaian ini menghasilkan surplus beras sekitar 30.887 ton.

“Namun kami yakin, angka ini masih bisa ditingkatkan dengan dukungan dari Kementerian Pertanian. Potensi yang kami miliki sangat besar, hanya perlu ditopang infrastruktur dan kebijakan afirmatif dari pusat,” ujar Monadi.

Ia menyoroti berbagai tantangan khas daerah pegunungan seperti akses terbatas ke sarana produksi, keterbatasan alat mesin pertanian, sistem irigasi yang belum optimal, hingga kebutuhan peningkatan kapasitas petani dan penguatan kelembagaan.

“Dengan medan pegunungan yang menantang, petani kami tetap semangat. Tapi tentu mereka butuh dukungan. Irigasi tersier, alsintan, benih unggul, pupuk, pelatihan petani, hingga penguatan koperasi dan pengolahan hasil tani menjadi prioritas yang kami usulkan,” jelas Monadi.

Lebih jauh, Bupati Monadi berharap kunjungan Mentan bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi titik balik nyata dalam memperkuat pertanian Kerinci sebagai pilar kedaulatan pangan nasional dari pinggiran.

“Kami di Kerinci siap bergandengan tangan dengan pemerintah pusat. Dari desa, dari ladang, dari pinggiran Gunung Kerinci, kita mulai membangun kekuatan pangan Indonesia,” ucapnya penuh semangat.

Ia juga meminta perhatian khusus dari pemerintah pusat dalam bentuk alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk sektor irigasi dan peningkatan produktivitas pertanian.

Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mentan dan menyambut baik komitmen besar pemerintah pusat terhadap penguatan petani.

“Kunjungan ini membawa harapan baru bagi petani Jambi. Saat pandemi lalu, banyak lahan yang terlantar karena harga rendah. Sekarang dengan HPP (Harga Pembelian Pemerintah) yang menguntungkan dan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, kami optimis kesejahteraan petani akan kembali meningkat,” ujar Al Haris.

Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap mendukung kebijakan nasional untuk mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan, khususnya melalui sinergi tiga lapis pemerintahan: pusat, provinsi, dan kabupaten.

Kegiatan ini juga menjadi ajang dialog antara petani dan pemerintah, di mana banyak aspirasi disampaikan langsung kepada Menteri Pertanian. Selain mendengarkan, Mentan memberikan sejumlah respons konkret—termasuk rencana distribusi alsintan, benih unggul, serta evaluasi pembangunan jaringan irigasi baru untuk Kerinci.

“Kami tidak datang dengan janji. Kami datang dengan solusi. Jika daerah seperti Kerinci menunjukkan keseriusan, maka kami juga akan hadir dengan totalitas,” pungkas Menteri Amran.

Kunjungan kerja Menteri Pertanian ke Kerinci bukan hanya menyentuh sisi teknis pertanian, tetapi juga menggugah semangat lokal untuk bangkit dan mandiri. Dengan surplus beras, potensi pengembangan, dan dukungan penuh dari pusat, Kerinci kini berdiri di garis terdepan untuk menjadi lumbung pangan pegunungan Sumatera.

Pemerintah Kabupaten Kerinci, di bawah kepemimpinan Monadi, menunjukkan kesiapan total untuk bergerak maju. Dari kaki Gunung Kerinci yang menjulang tinggi, semangat kedaulatan pangan terus berkobar—menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat pangan dari desa.

( Yuni Mariana )