Media Sindent, Sungai Penuh – Warga Kota Sungai Penuh semakin gencar meminta pemerintah daerah memugar tembok pembatas jalan yang membelah jalur utama di pusat kota. Keberadaan tembok tersebut dinilai justru mempersempit badan jalan, memicu kemacetan, dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Seorang tokoh masyarakat menyampaikan, tembok yang hampir memakan badan jalan sekitar dua meter itu sebenarnya tidak memiliki fungsi jelas. “Sekarang jalan semakin padat. Tahun sebelumnya tidak seramai ini, tapi sekarang masyarakat bertambah, kendaraan juga semakin banyak. Kalau bisa, tembok itu dibongkar saja, diganti dengan les pembatas yang lebih sederhana,” ujarnya.
Keluhan serupa juga datang dari salah satu warga luar daerah yang kebetulan hendak berlibur ke Sungai Penuh. Ia mengaku cukup kaget melihat kondisi lalu lintas di pusat kota yang semrawut. “Jalan di pusat kota sempit sekali. Kita harus benar-benar berhati-hati melewati jalur ini, apalagi pada jam-jam sibuk. Padahal ini jalur utama yang seharusnya nyaman untuk pengendara,” ungkapnya.
Menariknya lagi, selain jalur utama yang padat, kondisi juga diperparah oleh parkir kendaraan roda empat yang menumpuk di bahu jalan. Bahkan, pemandangan seperti di depan jalur PLN Sungai Penuh kerap dijadikan lokasi parkir sembarangan, sehingga badan jalan semakin menyempit.
Masyarakat dan pengunjung berharap Pemkot Sungai Penuh segera meninjau ulang kebijakan pembangunan tembok pembatas tersebut. Penataan ulang lalu lintas dinilai sangat penting, bukan hanya untuk memperlancar arus kendaraan, tetapi juga demi keselamatan dan kenyamanan warga maupun wisatawan yang datang ke Sungai Penuh.





Tinggalkan Balasan