👁️ Dilihat: 400 kali

KERINCI-Suara Independent.com – Minimnya fasilitas, lemahnya pelayanan, serta tingginya pungutan di lokasi wisata yang dikelola pemerintah membuat sejumlah obyek wisata di Kabupaten Kerinci sepi pengunjung pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah

Sebaliknya, masyarakat dan wisatawan lokal justru lebih tertarik mengunjungi obyek wisata yang dikelola pihak swasta maupun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal ini dinilai karena pengelolaan wisata milik pemerintah cenderung stagnan dari tahun ke tahun tanpa inovasi, serta kurang memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah destinasi wisata swasta mengalami lonjakan pengunjung selama libur pasca Idul Fitri. Konsep wisata yang memadukan keindahan alam dengan wahana buatan dinilai lebih menarik, terutama bagi wisata keluarga.

Menurut Riduan, obyek wisata yang dikelola swasta lebih adaptif dalam menghadirkan konsep baru serta terus melakukan pembenahan fasilitas dan pelayanan.

“Meski belum sepenuhnya sempurna, namun pengelolaan swasta mampu memberikan kenyamanan bagi pengunjung,” ujarnya.

Ia juga membandingkan dengan beberapa destinasi unggulan milik Pemerintah Kabupaten Kerinci seperti Danau Kerinci, Air Panas Semurup, dan Air Terjun Telun Berasap yang dinilai belum mengalami perubahan signifikan dari tahun ke tahun.

“Selain fasilitas yang minim, pungutan seperti parkir juga cukup tinggi dan pelayanan masih lemah,” tambahnya.

Riduan mengaku sempat mengunjungi beberapa obyek wisata milik pemerintah bersama keluarganya. Namun, ia tidak bertahan lama karena merasa kurang nyaman.

“Kami hanya singgah sebentar. Lebih nyaman di tempat wisata swasta, meskipun fasilitasnya belum lengkap dan arealnya terbatas, tetapi suasananya lebih menarik untuk keluarga,” katanya.

Ia menilai wisata yang dikelola masyarakat dengan keterbatasan justru mampu menghadirkan konsep yang lebih modern dan sesuai kebutuhan wisatawan saat ini, termasuk menyediakan spot-spot menarik untuk berfoto.

Perubahan tren wisata juga menjadi faktor utama pergeseran minat pengunjung. Saat ini, wisatawan tidak hanya mencari keindahan alam, tetapi juga pengalaman, kenyamanan, serta fasilitas pendukung yang memadai.

“Pengelolaan wisata milik pemerintah terkesan kurang serius dan hanya mengandalkan potensi alam tanpa inovasi,” ungkapnya.

Padahal, Kabupaten Kerinci selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Provinsi Jambi, bahkan pernah dipromosikan dengan slogan “Jangan Mati Sebelum ke Kerinci”. Namun, kondisi di lapangan dinilai belum sejalan dengan potensi yang dimiliki.

Untuk itu, kondisi ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci. Evaluasi menyeluruh, revitalisasi fasilitas, penambahan wahana, serta peningkatan kualitas pelayanan dinilai perlu dilakukan agar destinasi wisata milik pemerintah kembali diminati.

Potensi wisata alam Kerinci yang besar dinilai belum dioptimalkan secara maksimal akibat minimnya sentuhan dan inovasi dari pemerintah daerah.