šŸ‘ļø Dilihat: 56 kali

MAKASSAT.Suara Indenpent..Com’
Hari Ketujuh Operasi Tim SAR Gabungsnnl Pencarian Musibah Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di kawasan Pegunungan Bulusarung Kabupaten Pangkep Sukawesi Selatan, dipastikan semua korban sudah ditemukan.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohamad Syafii mengatakan, Jumat (23/1/2026), total 10 penupang telah ditemukan dan pagi hari ini, tim berhasil mengevakuasi dua korban dari lokasi, sementara tiga korban lainnya telah siap untuk proses penjemputan melalui operasi udara.

Satu korban yang baru ditemukan masih dalam proses evakuasi, bila cuaca mendukung hari ini, mudah-mudahan kita bisa mengevakuasi kembali empat korban,ā€ ujar Syafii kepada wartawan.

Syafii menjelaskan, semua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan kodisi jenazah yang dievakuasi dalam bentuk jenazah, namun ada bagian tubuh yang mungkin tidak lengkap,ā€ jelasnya.

Hingga Jumat pagi, tercatat 10 paket kantong jenazah.dari jumlah tersebut, sembilan kantong sudah siap, sementara satu korban masih dalam proses evakuasi untuk selanjutnya dikemas dalam kantong jenazah.

ā€œKorban terakhir yang ditemukan itu sekitar pukul 08.40 WITA, berdasarkan informasi dari tim di lapangan,ā€ ungkapnya.

Ia menyebut lokasi penemuan korban berada di medan yang sangat ekstrem dan tersebar di kedalaman jurang bervariasi mulai dari sekitar 200 meter hingga lebih dari 500 meter dari puncak gunung.

ā€œKarena itu operasi SAR ini dari hari ke hari tingkat kesulitannya semakin bertambah. Tidak semua potensi SAR bisa masuk ke lokasi. Hanya personel dengan kemampuan khusus dan keahlian high angle rescue yang dapat diterjunkan,ā€ katanya.

Di haribl ketujuh kita kembali akan melakukan Evaluasi Operasi SAR, terkait di perpanjangan atau penghentian “jelascl Syafii

syafii juga menyampaikan evaluasi akan dilakukan setelah hari ketujuh pencarian dengan melibatkan unsur udara dan darat dan biasanya nanti DVI yang akan menyampaikan apakah operasi perlu diperpanjang atau tidak, berdasarkan hasil temuan yang ada,ā€ ujarnya.

ā€œKarena itu, setiap personel yang masuk dan keluar dari area operasi wajib menjalani medical check-up,ā€ pungkasnya.(Red./Syam/Tim)