👁️ Dilihat: 53 kali

Sungai Penuh MNCCTNews.com- Di balik aroma harum kopi yang menggoda, tersimpan sebuah kisah panjang tentang ketekunan, keuletan, dan warisan budaya. Bubuk Kopi Nur, yang berdiri sejak tahun 1943 di Kota Sungai Penuh, menjadi salah satu saksi perjalanan panjang negeri ini dari masa penjajahan hingga 80 tahun kemerdekaan.

Dengan badan hukum resmi yang memperkuat eksistensinya, Bubuk Kopi Nur bukan sekadar usaha, melainkan simbol perjuangan ekonomi masyarakat Kerinci. Selama lebih dari delapan dekade, kopi ini telah menemani pagi warga, menjadi bagian dari jamuan istimewa, hingga oleh-oleh khas bagi para pendatang.

Seiring waktu, Bubuk Kopi Nur berhasil menjaga cita rasa khasnya dengan bahan baku pilihan dari dataran tinggi Kerinci yang terkenal akan kualitas kopinya. Rahasia racikan turun-temurun membuat setiap tegukan menghadirkan rasa autentik, seolah membawa penikmatnya kembali pada masa-masa awal perjuangan.

Menjelang HUT RI ke-80 Tahun 2025, Bubuk Kopi Nur turut mengucapkan :
“Dirgahayu Republik Indonesia. Semoga semangat kemerdekaan terus menyala, seperti aroma kopi yang tak pernah pudar di hati rakyat.”

Kisah Bubuk Kopi Nur menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya diraih di medan perang, tetapi juga melalui kerja keras membangun ekonomi rakyat dari bawah. Dari secangkir kopi, kita belajar tentang kesetiaan menjaga tradisi, inovasi untuk masa depan, dan kebanggaan sebagai bangsa.

Edi Tanjung