SUNGAI PENUH – Pergelaran Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh Tahun 2026 resmi dibuka dengan penuh khidmat dan semarak di Tanah Mendapo, Sabtu. Tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun ini kembali menjadi simbol kuat pelestarian budaya, penguatan persatuan, serta mempererat tali kebersamaan masyarakat Kota Sungai Penuh.
Ribuan masyarakat dari berbagai desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, hingga tamu undangan memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan salah satu agenda budaya terbesar di Kota Sungai Penuh tersebut. Suasana semakin meriah dengan suguhan berbagai atraksi seni budaya daerah, tarian kolosal, musik tradisional, serta prosesi adat yang sarat makna dan nilai sejarah.
Kenduri Sko bukan sekadar perayaan adat, tetapi juga menjadi ruang memperkuat identitas budaya masyarakat, sekaligus wujud penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, musyawarah, dan persaudaraan yang terus dijaga hingga saat ini.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan prosesi penganugerahan gelar adat kepada sejumlah kepala daerah sebagai bentuk penghormatan dari para pemangku adat atas dedikasi dan kepedulian terhadap pelestarian adat istiadat serta pembangunan daerah.
Gubernur Jambi, Al Haris, dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat menjadikan Kenduri Sko sebagai momentum memperkokoh persatuan setelah berbagai dinamika politik yang telah dilalui.
“Perbedaan pilihan politik adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Namun hari ini saatnya kita kembali bersatu, bergandengan tangan, dan bersama-sama membangun Kota Sungai Penuh agar semakin maju dan sejahtera,” ujar Al Haris.
Ia menegaskan bahwa adat dan budaya merupakan kekuatan besar yang mampu menyatukan masyarakat tanpa memandang perbedaan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga kelestarian budaya lokal sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
Menurutnya, Kenduri Sko memiliki nilai strategis, tidak hanya sebagai pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan adat Kota Sungai Penuh kepada masyarakat luas, sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi Jambi, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan budaya yang menjadi identitas masyarakat Jambi.
Melalui penyelenggaraan Kenduri Sko Enam Luhah 2026, semangat persatuan, kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya lokal diharapkan semakin kokoh. Tradisi yang diwariskan para leluhur ini diharapkan terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Sungai Penuh sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Jambi
Edi.T





Tinggalkan Balasan