👁️ Dilihat: 159 kali

SUNGAI PENUH, SUARA INDEPENDENT.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, Gunardi, SKM., MM., mendampingi Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, SE., MM., menerima kunjungan studi banding Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, Kamis (8/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh tersebut menjadi momentum bagi kedua daerah untuk berbagi informasi dan pengalaman dalam upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya terkait penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP).

Selain Sekda Alpian dan Kadis Kesehatan Gunardi, kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun Bambang Hermanto, SKM., MM., serta jajaran kepala puskesmas dari Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Sarolangun.

Dalam pertemuan tersebut, rombongan Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Pemerintah Kota Sungai Penuh. Kunjungan ini sekaligus menjadi ruang untuk menggali pengalaman dan informasi mengenai berbagai langkah yang telah dilakukan Kota Sungai Penuh dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Kadis Kesehatan Dampingi Penguatan Layanan Primer

Kehadiran Kadis Kesehatan Kota Sungai Penuh Gunardi dalam pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan teknis terkait pelayanan kesehatan. Sebagai perangkat daerah yang menangani urusan kesehatan, Dinas Kesehatan memiliki peran dalam menjelaskan berbagai pelaksanaan program serta pelayanan kesehatan di lapangan.

Sementara itu, Sekda Alpian menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menilai pertukaran pengalaman antardaerah dapat menjadi sarana untuk saling belajar dan memperkaya gagasan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Di Kota Sungai Penuh, penerapan ILP terus kami perkuat melalui integrasi pelayanan di Posyandu, Pustu, dan Puskesmas, dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif,” ujar Alpian.

Menurutnya, penguatan Integrasi Layanan Primer merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Integrasi antara Posyandu, Pustu, dan Puskesmas diharapkan dapat mendukung pelayanan yang lebih terpadu dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Berbagi Pengalaman Penanganan Stunting

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Alpian juga menyampaikan sejumlah upaya Pemerintah Kota Sungai Penuh di bidang kesehatan.

Salah satunya melalui program 3S, yakni Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Uang Seribu Rupiah, sebagai salah satu upaya yang dikaitkan dengan percepatan penanganan stunting.

Selain itu, turut disampaikan mengenai penerapan ILP yang mendapat penilaian baik, capaian imunisasi, serta berbagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan lainnya.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi bahan diskusi dan pertukaran informasi bagi kedua daerah. Diharapkan, praktik dan inovasi yang dinilai relevan dapat menjadi referensi untuk dikembangkan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Tidak Sekadar Studi Banding

Sekda Alpian berharap kunjungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun tidak berhenti pada kegiatan studi banding semata. Menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana pertukaran pengalaman tersebut dapat menghasilkan gagasan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga kunjungan ini memberikan manfaat dan menjadi ruang untuk saling belajar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh bersama Dinas Kesehatan menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan.

Bagi kedua daerah, berbagi pengalaman bukan hanya tentang melihat apa yang telah dilakukan daerah lain, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi, mengembangkan inovasi, dan mencari langkah terbaik dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Sumber : Diskominfosta

Editor : Yuni Mariana