👁️ Dilihat: 93 kali

SUNGAI PENUH SUARA INDEPENDENT .COM- Suasana hangat dan sarat nilai kekeluargaan menyelimuti kediaman dinas Wali Kota Sungai Penuh pada Rabu (24/06). Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, menyambut langsung kunjungan silaturahmi dari para Tokoh Adat Enam Luhah Sungai Penuh dalam sebuah pertemuan yang kental dengan nuansa pelestarian tradisi luhur masyarakat setempat.

Bukan sekadar tatap muka biasa, pertemuan ini membawa misi budaya yang sakral. Di hadapan Wali Kota, perwakilan Tokoh Adat Enam Luhah menyampaikan niat mulia untuk meminta izin secara adat,atau meminta ranji,kepada Ninik Mamak Depati IV Kumun Debai. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari prosesi menjelang penganugerahan gelar adat kehormatan kepada sang Wali Kota.

Prosesi sakral pemberian gelar kehormatan ini direncanakan menjadi magnet utama dalam ritual budaya Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh. Perhelatan akbar tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 Juli 2026 mendatang, berpusat di Tanah Mendapo Sungai Penuh. Pada momen yang sama, Anak Batino Enam Luhah juga secara langsung mengutarakan permohonan kesediaan kepada Alfin untuk mengemban amanah adat tersebut.

Mendengar ketulusan dan kepercayaan besar yang disandarkan kepadanya, Wali Kota Alfin, SH, tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pemangku adat yang hadir.

“Bagi saya pribadi maupun sebagai kepala daerah, ini adalah sebuah kehormatan dan amanah yang sangat besar. Saya mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar Enam Luhah Sungai Penuh atas penghargaan dan kepercayaan ini,” ungkap Alfin dengan penuh takzim.

Alfin juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh menaruh perhatian besar terhadap eksistensi kebudayaan lokal. Menurutnya, adat bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi utama karakter daerah.

“Pemkot Sungai Penuh berkomitmen penuh mendukung setiap simpul kegiatan adat dan budaya. Momen seperti ini adalah ruang terbaik kita untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus merawat nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur. Pelestarian budaya adalah pilar penting dalam membangun identitas Kota Sungai Penuh, sekaligus perekat persatuan di tengah masyarakat,” tambahnya secara visioner.

Pertemuan yang berjalan dengan khidmat dan penuh keakraban ini ditutup dengan diskusi ringan mengenai persiapan kenduri. Turut menyaksikan momen penting ini para Tokoh Adat Enam Luhah Sungai Penuh, jajaran Ninik Mamak, Depati IV Kumun Debai, serta para pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

( Yuni Mariana )