MSNC – Jambi ā Sabtu, 28 Juni 2025 ā Dunia politik dan akademik Jambi hari ini mencatat sejarah penting. Dua tokoh nasional dan lokal yang selama ini dikenal vokal di ruang-ruang kebijakan, resmi menyandang gelar akademik tertinggi: doktor. Mereka adalah Dr. Hj. Elviana, M.Si., anggota DPD RI asal Jambi, dan Dr. Eliyusnadi, M.Si., DPt., anggota DPRD Kabupaten Kerinci.
Keduanya diwisuda dalam prosesi khidmat Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi. Sorotan publik pun tertuju pada dua nama iniābukan hanya karena status politik mereka, tetapi karena pesan kuat yang mereka bawa: bahwa ilmu pengetahuan adalah bekal utama dalam membangun negeri.
Ilmu sebagai Jalan Perjuangan
Dr. Hj. Elviana, sosok yang telah mengabdi di Senayan selama beberapa periode, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Di hadapan awak media, ia menegaskan bahwa gelar ini bukan semata simbol akademik, tapi wujud tanggung jawab intelektual sebagai wakil rakyat.
āIni bukan tentang gelar, tapi tentang amanah. Saya ingin setiap kebijakan yang saya dorong di DPD RI lahir dari pemikiran yang ilmiah dan teruji, terutama dalam isu pendidikan, perempuan, dan anak. Pendidikan adalah akar dari segala perubahan,ā ujar Elviana, penuh semangat.
Akademik untuk Kerinci
Sementara itu, Dr. Eliyusnadi membawa semangat serupa ke level daerah. Politisi yang dikenal membumi di kalangan masyarakat Kerinci ini menegaskan bahwa daerah memerlukan pemimpin yang mampu menyatukan pengalaman politik dengan dasar keilmuan.
āKerinci masih sangat membutuhkan kebijakan pendidikan yang berbasis riset dan kebutuhan nyata masyarakat. Gelar ini saya persembahkan untuk perubahan itu. Kita butuh arah baru, berbasis data, demi generasi yang lebih baik,ā ucapnya lugas.
Prosesi Penuh Makna
Acara wisuda yang berlangsung di aula utama UIN STS Jambi itu dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. H. Kasful Anwar, M.Pd., para pimpinan kampus, Gubernur Jambi, tokoh masyarakat, dan ratusan wisudawan lainnya. Dalam sambutannya, Rektor mengapresiasi hadirnya para tokoh publik yang tak pernah lelah belajar.
āKami percaya, gelar akademik yang disandang para pemimpin ini akan menjadi energi baru untuk pelayanan publik yang lebih baik,ā ujarnya.
Keteladanan di Tengah Politik
Fenomena dua politisi yang kembali ke bangku kuliah dan meraih gelar doktor di tengah kesibukan mereka menjadi pesan kuat bagi publikābahwa belajar tak mengenal usia, dan bahwa jabatan tanpa ilmu adalah hampa.
Momen ini bukan sekadar pencapaian personal, tapi juga inspirasi kolektif: bahwa setiap pemimpin harus berani memperdalam ilmu, menyatukan akal dan amanah, dan membawa rakyat ke arah yang lebih cerdas. (*)





Tinggalkan Balasan