👁️ Dilihat: 167 kali

SUNGAI PENUH – Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh menghadiri Malam Pergelaran Seni Budaya yang digelar di Luhah Rio Temenggung, Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian menyambut pelaksanaan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh yang dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Juli 2026, sekaligus menjadi upaya melestarikan adat, tradisi, dan seni budaya daerah.

Pergelaran seni budaya tersebut menampilkan beragam kesenian tradisional yang menjadi warisan budaya masyarakat Sungai Penuh, di antaranya pencak silat, Tari Iyo-Iyo, Tari Rangguk, Tari Sekapur Sirih, dan Tari Asyek. Penampilan para seniman dan pelaku budaya mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi acara.

Kehadiran Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal serta komitmen dalam menjaga warisan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun kepada generasi penerus.

DPRD Kota Sungai Penuh mengapresiasi penyelenggaraan Malam Pergelaran Seni Budaya sebagai wadah untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, DPRD, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, Ketua PIAD Are Nur Angreini beserta anggota PIAD, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Melalui penyelenggaraan Malam Pergelaran Seni Budaya ini, diharapkan seni tradisional dan nilai-nilai adat istiadat masyarakat Sungai Penuh terus terjaga, berkembang, dan menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Sumber: Humas DPRD Kota Sungai Penuh.

Edi Tanjung