👁️ Dilihat: 428 kali

Kerinci Jambi .Suara Independent.com – Menyikapi terjadinya penyusutan debit air permukaan Danau Kerinci yang dinilai cukup ekstrim, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kerinci menggelar hearing bersama manajemen PLTA KMH, serta meninjau langsung kondisi riil di lapangan.

Ketua DPRD Kerinci, Irwandri, menyampaikan bahwa berdasarkan penjelasan pihak PLTA KMH, isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait penyusutan debit air danau yang dikaitkan dengan operasional turbin pembangkit listrik tersebut tidaklah benar.

“Pihak manajemen PLTA KMH melalui Humas, Asroli, telah menjelaskan secara rinci bahwa dari empat turbin yang telah dibangun, saat ini hanya satu turbin yang diuji coba beroperasi, itu pun sesuai dengan permintaan kebutuhan listrik dari PLN,” ujar Irwandri.

Menurutnya, Asroli juga menegaskan tidak ada hubungan antara penyusutan debit air permukaan Danau Kerinci dengan uji coba operasional turbin PLTA KMH. Penggunaan air oleh pihak PLTA disebut masih mematuhi standar dan berada di bawah ambang batas yang telah disepakati bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Jambi.

Dijelaskan pula, PLTA KMH hanya menggunakan sekitar 40 persen sumber air dari Danau Kerinci, sementara 60 persen lainnya berasal dari sejumlah daerah aliran sungai (DAS), di antaranya DAS Sungai Pulau Sangkar, DAS Tamiai, DAS Kelok Sago, DAS Bedeng VIII, serta beberapa DAS lainnya yang ditampung di bendungan induk.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, Ketua DPRD Kerinci bersama anggota dewan, didampingi Asroli, meninjau langsung bendungan penampung yang berlokasi di Batang Merangin, sekitar 35 kilometer dari Danau Kerinci.

“Hasil peninjauan menunjukkan bendungan tersebut juga mengalami penurunan debit air yang cukup drastis,” imbuh Irwandri.

Sebelum hearing dilakukan, DPRD Kerinci juga telah mengecek tiga DAS utama pemasok air ke Danau Kerinci, yakni DAS Batang Merao, DAS Pulau Tengah, dan DAS Jujun.

“Fakta di lapangan, kondisi paling parah terjadi di DAS Jujun. Alirannya hampir kering dan tidak ada lagi air yang mengalir. Sementara DAS Pulau Tengah mengalami penyusutan hampir separuh.

Bahkan anggota dewan bersama masyarakat Desa Jembatan Merah Pulau Tengah meninjau hingga ke muara danau. Hal serupa juga terjadi di DAS Batang Merao,” jelasnya.

Meski demikian, DPRD Kerinci belum berani menyimpulkan penyebab pasti penyusutan debit air Danau Kerinci guna menghindari kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.

“Kami akan segera meminta keterangan resmi dari Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Jambi untuk mendapatkan penjelasan secara ilmiah.

Hasilnya nanti akan kami rekomendasikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci sebagai dasar pengambilan kebijakan,” tutup Irwandri.

Redaksi / Edi.Tanjung