šŸ‘ļø Dilihat: 289 kali

SUNGAI PENUH SUARA INDEPENDENT .COM – Devri Apriska resmi menyandang gelar adat Ngabi Teh Santio Bawea setelah dinobatkan dalam prosesi puncak Kenduri Sko 6 Luhah yang berlangsung di Tanah Kemendapoan Sungai Penuh, Minggu (5/7/2026). Gelar kehormatan tersebut diberikan atas kepercayaan dan dukungan Anak Batino Luhah Pemangku Rajea, sebagai bentuk amanah untuk turut menjaga marwah adat, melestarikan budaya, serta meneruskan nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Penobatan tersebut menjadi salah satu rangkaian sakral dalam Kenduri Sko 6 Luhah, tradisi adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Sungai Penuh. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh adat, prosesi ini juga menjadi momentum pengukuhan para pemangku adat yang akan mengemban tanggung jawab dalam menjaga persatuan, adat istiadat, dan kearifan lokal.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat tersebut, Luhah Pemangku Rajea melantik sebanyak 248 pemangku adat yang terdiri dari para Depati dan Nenek Mamak. Sementara itu, secara keseluruhan sebanyak 751 pemangku adat dari enam luhah resmi dikukuhkan pada puncak Kenduri Sko tahun 2026.

Bagi Devri Apriska, gelar adat yang disematkan bukan sekadar sebuah kehormatan. Lebih dari itu, gelar tersebut merupakan amanah besar yang lahir dari kepercayaan Anak Batino Luhah Pemangku Rajea untuk terus menjaga kehormatan adat serta mengabdikan diri bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Anak Batino Luhah Pemangku Rajea yang telah memberikan kepercayaan dan amanah kepada saya. Gelar ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab yang besar. Insyaallah, amanah ini akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya, menjaga marwah adat, menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Devri usai prosesi penobatan.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya akan menjadi motivasi untuk terus menjalin kebersamaan dengan para pemangku adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga kelestarian adat istiadat yang menjadi identitas masyarakat Sungai Penuh.

Prosesi penobatan berlangsung dengan penuh khidmat dan disaksikan oleh para Depati, Nenek Mamak, tokoh adat, unsur pemerintah daerah, serta ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara. Suasana sakral yang menyelimuti Tanah Kemendapoan Sungai Penuh menjadi bukti bahwa adat istiadat masih memiliki tempat yang sangat kuat di hati masyarakat.

Kepercayaan yang diberikan kepada Devri Apriska melalui gelar Ngabi Teh Santio Bawea diharapkan semakin memperkuat peran generasi penerus adat dalam menjaga warisan budaya, mempererat persaudaraan, serta menjadi teladan dalam mengemban amanah demi kemajuan masyarakat dan kelestarian adat Kota Sungai Penuh.

Penulis : Edi .T