👁️ Dilihat: 72 kali

MAKASSAT.Suara Independent.Com-Memasuki hari kelima Operasi SAR kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di wilayah Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus berlanjut kendati dihadapkan dengan tantangan bentangan alam sangat sulit.

“Dalam pencarian korban tim SAR gambungan dari TNI terjukan spesifik memiliki kemampuan mountaineering dan vertical rescue, sebagai upaya untuk memaksimalkan pencarian korban.

“Rencana evakuasi hari kelima akan tindak lanjuti hasil briefing, kesepakatan tersebut Tim SAR gabungan bagi beberapa unit untuk melakukan penyisiran beberapa titik tempat ditemukan serpihan puing pesawat ATR 42-500,” kata Danrem 141 Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, Rabu (21/1/2026).

Dia mengungkapkan personel, yang akan melakukan operasi, mereka yang memiliki kemampuan mountaineering dan vertical rescue.untuk melakukan penyisiran lebih teliti dan lebih dalam pada lokasi yang telah ditentukan.

“Beberapa hari sebelumnya, Tim SAR gabungan, masih menghadapi kendala dengan kondisi cuaca tidak bersahabat dan tingginya curah hujan, kabut tebal jarak pandang terbatas, licinnya serta terjal.

“Hari ini kita menambah bantuan dengan menurunkan Pasukan TNI berkemampuan khusus berusaha lebih ke dalam lagi dan penambahan personel yang sudah ahli, ahli mountaineering sudah diturun kelokasi ” beber Dandrem.

Setelah empat hari digelar operasi SAR, memastikan seluruh personel dalam kondisi baik. Logistik untuk personel bantuan ransum dari TNI juga sudah suplai untuk mereka menginap di lokasi.

“Kondisi personel alhamdulillah, jekas Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, semuanya dalam keadaan sehat termasuk sudah bermalam dari kemarin, hari ini kita sudah disulai logistik tambahan dari angkatan darat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan jumlah personel yang akan bermalam di lokasi pencarian juga ditambah. Mereka akan mendirikan camp selama pencarian hingga tiga hari kedepan.

“Disinggung evakuasi, korban pertama ditemukan berjenis kelamin pria pada Minggu (18/1) sekitar pukul 14.20 Wita di jurang dengan kedalaman 200 meter sudah dievakuasi demikian juga korban kedua berjenis kelamin perempuan ditemukan di jurang kedalaman 500 meter.

Sementara jenazah korban yang pertama ditemukan sudah tiba di Lanud Sultan Hasanuddin dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Makassar.(Red/Syam).