👁️ Dilihat: 64 kali

JAMBI SUARA INDEPENDENT.COM – Kabupaten Kerinci kembali mencatatkan namanya dalam sejarah kebudayaan nasional. Di panggung megah Malam Keagungan Melayu 2026 “KALAVIBHAGA: Sang Kala Jejak Melayu Jambi”, Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si menerima dua anugerah prestisius tingkat nasional, Selasa malam (6/1/2026), di Arena Eks MTQ Jambi.

Momentum sakral ini menjadi penegasan bahwa Kerinci bukan hanya kaya akan alam, tetapi juga menyimpan warisan peradaban bernilai tinggi yang kini mendapat pengakuan resmi negara.

Pada kesempatan tersebut, Kuluk Kerinci secara resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia. Sertifikat penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H, sebagai bentuk pengakuan negara atas nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang melekat kuat pada Kuluk Kerinci sebagai simbol kebesaran adat masyarakat Kerinci.

Tak berhenti di situ, capaian monumental kembali diraih Kabupaten Kerinci melalui penetapan Naskah Hukum Tanjung Tanah Kerinci sebagai Benda Cagar Budaya Peringkat Nasional oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, M. Hafiz, kepada Bupati Kerinci.

Bupati Kerinci Monadi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas perhatian serta pengakuan pemerintah pusat terhadap kekayaan budaya Kerinci. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kerja kolektif pemerintah daerah, tokoh adat, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga dan merawat warisan leluhur.

“Pengakuan Kuluk Kerinci sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan Naskah Hukum Tanjung Tanah sebagai Cagar Budaya Nasional adalah kebanggaan besar bagi seluruh masyarakat Kerinci. Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi amanah untuk menjaga jati diri dan marwah budaya kita,” ujar Monadi.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen memperkuat pelestarian budaya lokal secara berkelanjutan melalui pendidikan, dokumentasi, digitalisasi naskah kuno, serta penguatan peran lembaga adat dan partisipasi masyarakat.

“Budaya bukan hanya jejak masa lalu, tetapi fondasi untuk membangun karakter, identitas, dan peradaban masa depan,” tegasnya.

Malam Keagungan Melayu 2026 “Kalavibhaga” merupakan agenda budaya berskala besar yang menampilkan kekayaan seni, tradisi, serta jejak peradaban Melayu Jambi. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sejarah sekaligus panggung apresiasi bagi daerah-daerah yang konsisten menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa.

Dengan diraihnya dua anugerah nasional sekaligus, Kabupaten Kerinci semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya bernilai tinggi, berakar kuat pada tradisi, dan diakui negara sebagai bagian penting dari khazanah budaya Indonesi

Edi Tanjung