👁️ Dilihat: 253 kali

SUNGAI PENUH – Bima Kurniawan, S.E., resmi menyandang gelar adat Depati Setiodo Hitam pada prosesi puncak Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh yang digelar Minggu (5/7/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi amanah besar yang dipercayakan oleh anak batino kepada dirinya untuk memimpin dan menjaga keluhuran adat di Luhah Rio Mendiho.

Dalam prosesi adat tersebut, Luhah Rio Mendiho mengukuhkan sebanyak 104 pemangku adat, terdiri dari Depati dan Rio. Pengukuhan ini merupakan bagian dari tradisi Kenduri Sko sebagai bentuk pelestarian adat istiadat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Usai menerima gelar adat, Bima Kurniawan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, gelar Depati bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai adat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada anak batino yang telah memberikan amanah dan kepercayaan ini. Insya Allah, amanah tersebut akan saya emban dengan sebaik-baiknya, penuh rasa tanggung jawab, menjaga marwah adat, serta mengutamakan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan adat yang berlaku,” ujar Bima Kurniawan.

Ia menegaskan akan berkomitmen menjaga persatuan masyarakat, menjunjung tinggi nilai-nilai adat, serta menjadi pemangku adat yang mampu mengayomi seluruh anak kemenakan. Menurutnya, amanah yang diterima harus diwujudkan melalui pengabdian nyata demi menjaga kehormatan adat dan memperkuat warisan budaya di Enam Luhah Sungai Penuh.

Prosesi Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh menjadi momentum sakral yang meneguhkan komitmen para Depati dan Rio yang baru dikukuhkan untuk mengemban amanah leluhur, menjaga kelestarian adat, serta menjadi teladan bagi masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Edi.T