Sungaipenuh Suara Independent. Com – Satu unit kendaraan dinas jenis bus milik Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh ditemukan dalam kondisi terbengkalai dan memprihatinkan. Kendaraan operasional tersebut dibiarkan telantar, kehujanan, dan kepanasan di lokasi eks Kantor Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh tanpa adanya perawatan yang jelas dari pihak terkait.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, kendaraan roda empat tersebut tampak diparkir di halaman bangunan kosong yang ditumbuhi rumput liar. Kondisi fisik kendaraan terlihat kusam dan tidak terurus, mengindikasikan adanya dugaan kesengajaan atau kelalaian dalam pemeliharaan aset daerah.
Kondisi ini memantik reaksi keras dari kalangan penggiat sosial. Iksan, salah satu aktivis yang turun langsung ke lokasi untuk memantau situasi tersebut, menyatakan kekecewaannya yang mendalam terhadap kinerja bidang aset Pemkot Sungai Penuh.
”Pihak aset Kota Sungai Penuh memang sudah keterlaluan. Aset yang dibeli dengan anggaran negara senilai ratusan juta rupiah ini dibiarkan terbengkalai begitu saja. Ini namanya pembiaran nyata. Seharusnya pihak manajemen aset menyikapi persoalan ini dengan cepat, bukan justru menutup mata,” ujar Iksan saat memberikan keterangan di lokasi kejadian, seperti yang terlihat
Lebih lanjut, Iksan menegaskan bahwa fasilitas yang dibiarkan rusak akibat cuaca ekstrem tersebut merupakan bentuk pemborosan uang rakyat. Atas dasar itulah, pihaknya meminta Walikota Sungai Penuh untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap pejabat yang bertanggung jawab.
”Kami menilai kinerja Kepala Bidang (Kabid) Aset Kota Sungai Penuh perlu dievaluasi total atau diganti sekalian. Sebagai pejabat publik, Anda jangan hanya duduk manis dan bekerja di belakang meja tanpa tahu kondisi riil aset daerah di lapangan,” tegas Iksan.
Hingga siaran pers ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau klarifikasi dari pihak Bidang Aset maupun kedinasan terkait mengenai status penanganan kendaraan dinas yang terbengkalai di eks kantor Dinas Kesehatan tersebut. Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera menyelamatkan aset negara tersebut sebelum mengalami kerusakan total yang lebih parah.
Edi.T





Tinggalkan Balasan