👁️ Dilihat: 141 kali

SUNGAI PENUH SUARA INDEPENDENT.COM –  Istilah desil kini banyak digunakan dalam berbagai program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan bantuan sosial.

Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan Desil 1 hingga Desil 10.
Berdasarkan penjelasan Badan Pusat Statistik (BPS), desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya.

Keluarga diperingkatkan berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi, kemudian dibagi menjadi 10 kelompok. Setiap kelompok mencakup sekitar 10 persen keluarga.

Badan Pusat Statistik Indonesia
Berikut urutan Desil 1 sampai Desil 10:

1. DESIL 1
Merupakan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.

2. DESIL 2
Merupakan kelompok 10 persen berikutnya dalam pemeringkatan kesejahteraan.

3. DESIL 3
Merupakan kelompok 10 persen berikutnya setelah Desil 2.

4. DESIL 4
Merupakan kelompok 10 persen berikutnya. Dengan demikian, Desil 1 sampai Desil 4 mencakup sekitar 40 persen keluarga dengan posisi kesejahteraan relatif terbawah.
Badan Pusat Statistik Indonesia +1

5. DESIL 5
Merupakan kelompok 10 persen berikutnya, atau berada di sekitar kelompok tengah dalam pemeringkatan.

6. DESIL 6
Merupakan kelompok 10 persen berikutnya setelah Desil 5.

7. DESIL 7
Merupakan kelompok 10 persen berikutnya.

8. DESIL 8
Merupakan kelompok 10 persen berikutnya.

9. DESIL 9
Merupakan kelompok 10 persen berikutnya dengan posisi kesejahteraan relatif tinggi.

10. DESIL 10
Merupakan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.

Badan Pusat Statistik Indonesia +1
Desil Bukan Ditentukan Hanya dari Penghasilan
BPS menegaskan, desil bukan ukuran tunggal pendapatan atau kekayaan seseorang.

Penentuan posisi keluarga mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara bersama-sama.

Di antaranya meliputi kondisi rumah, sumber air minum, bahan bakar atau energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan serta kondisi disabilitas.

Data tersebut diproses menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT).

Badan Pusat Statistik Indonesia
Karena itu, memiliki sepeda motor, mobil, rumah tertentu, atau pekerjaan tertentu saja tidak otomatis menentukan seseorang berada pada desil tertentu.

Bagaimana Hubungannya dengan Bansos?

Data desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran berbagai program.

Dalam laman resmi Cek Bansos Kemensos, disebutkan bahwa Desil 1–4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima bantuan sosial PKH dan Sembako, sedangkan Desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK. Namun, desil bukan otomatis berarti seseorang pasti menerima suatu bantuan karena setiap program memiliki persyaratan dan ketentuan tersendiri.

Cek Bansos
Desil Bisa Berubah
Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa desil bersifat dinamis. Posisi desil dapat berubah mengikuti kondisi sosial ekonomi keluarga dan hasil pemutakhiran data.

BPS menyatakan bahwa masyarakat yang merasa data keluarganya belum sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat melakukan pembaruan melalui kanal yang tersedia, termasuk Cek Bansos Kemensos, pemerintah desa/kelurahan dan Dinas Sosial, maupun kanal Cek DTSEN BPS.

Namun, pengajuan pembaruan tidak otomatis membuat desil berubah, karena data harus diproses dan dihitung kembali berdasarkan metode yang berlaku.

Badan Pusat Statistik Indonesia
Masyarakat Jangan Salah Memahami Desil
Dengan adanya penjelasan tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi memahami desil hanya berdasarkan istilah “sangat miskin, miskin, hampir miskin, mapan atau kaya” seperti yang banyak beredar dalam infografis media sosial.

Yang perlu dipahami adalah:
Desil 1 = 10 persen terbawah dalam pemeringkatan kesejahteraan relatif, sedangkan Desil 10 = 10 persen teratas.
Desil 1–10 merupakan peringkat relatif, bukan label mutlak mengenai kondisi seseorang.

Bahkan keluarga yang berada dalam desil yang sama tidak selalu memiliki pendapatan, pengeluaran, aset, maupun kondisi sosial ekonomi yang persis sama.

Badan Pusat Statistik Indonesia
Dengan memahami arti Desil 1 hingga Desil 10, masyarakat diharapkan dapat mengetahui posisi datanya dengan lebih tepat serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya terkait status penerima bantuan sosial.

Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial RI/Cek Bansos.

REDAKSI