👁️ Dilihat: 71 kali

Jakarta.suara independent.com. Para pelajar dan mahasiswa, teruslah jangan takut bermimpi besar, masa depan Indonesia tidak diwariskan, melainkan dibangun melalui karakter, ilmu, kolaborasi, dan keberanian untuk melangkah.

“Ajakan disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliar saat memimpin upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Halaman Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah(Kemendikdasmen) Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu

“Mendiktisaintek Brian. mengajak para pelajar dan mahasiswa untuk terus belajar dan tidak takut bermimpi besar karena masa depan Indonesia berada di tangan mereka.

“Ia menambahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum untuk meneguhkan kembali makna pendidikan sebagai jalan memanusiakan manusia, membangun karakter, mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan peradaban.

Menurut Brian, Ki Hajar Dewantara telah mewariskan nilai pendidikan melalui prinsip asah, asih dan asuh yang harus dilanjutkan untuk mencerdaskan akal, menumbuhkan empati serta membimbing peserta didik menjadi pribadi yang utuh.

“Pendidikan bukan hanya tentang apa yang kita ketahui, tetapi tentang siapa kita menjadi,” tegas Brian.

Pada kesempatan itu, ia pun mengajak seluruh institusi pendidikan tinggi untuk mengambil bagian dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui pengembangan riset dan inovasi.

Hal ini dikarenakan pendidikan nasional sejatinya dibangun dalam ekosistem yang utuh dan berkelanjutan sehingga ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan menjadi inovasi.

Brian menegaskan Indonesia tidak boleh lagi hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan, melainkan menjadi pencipta ilmu pengetahuan yang dapat melahirkan ilmuwan kelas dunia.

“Cita-cita untuk melahirkan ilmuwan kelas dunia, dari anak bangsa sendiri, bukanlah agenda satu jenjang pendidikan, melainkan hasil dari perjalanan panjang pendidikan nasional, dimulai dari pembelajaran di sekolah dan diperdalam di perguruan tinggi oleh dosen dan peneliti, serta didukung oleh seluruh ekosistem bangsa,” katanya(syam*)