šŸ‘ļø Dilihat: 49 kali

Kerinci Media Sindent .News.com – Hingga 13 April, dana Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) yang seharusnya diterima oleh pemerintah desa se-Provinsi Jambi belum juga dicairkan. Keterlambatan ini memicu keresahan di kalangan kepala desa dan kader desa di seluruh wilayah Jambi. Puluhan ribu kader desa terancam tidak menerima dana yang sangat penting untuk kelangsungan operasional dan pembangunan di desa mereka.

Pencairan dana BKBK merupakan hal yang sangat krusial bagi kelancaran program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Tanpa dana tersebut, berbagai program yang telah direncanakan untuk memperbaiki infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga desa akan terhambat.

Namun, meski sudah memasuki pertengahan Februari 2025, pemerintah provinsi Jambi belum memberikan kejelasan mengenai kapan dana tersebut akan dicairkan. Keterlambatan ini membuat kepala desa dan kader desa di seluruh provinsi semakin khawatir dan bertanya-tanya mengenai alasan di balik ketidakjelasan pencairan dana ini.

Menurut beberapa sumber, dana BKBK yang seharusnya sudah cair pada awal tahun ini, sampai sekarang masih terhambat. Selain itu, tidak ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah provinsi terkait alasan keterlambatan ini, sehingga menambah kebingungan dan kekhawatiran di tingkat desa.

“Kami di desa sangat bergantung pada dana ini. Tanpa pencairan dana BKBK, berbagai program yang telah disiapkan untuk masyarakat akan terbengkalai. Kami meminta Gubernur Jambi segera memberikan kejelasan terkait kapan dana ini akan dicairkan,” ujarĀ  salah satu kepala desa di Kab. Kerinci yang enggan disebutkan namanya, Kamis ( 13/2 )

Kepala desa dan kader desa se-Provinsi Jambi mendesak agar pihak Pemerintah Provinsi Jambi segera melakukan tindakan nyata untuk mencairkan dana BKBK agar tidak mengganggu pembangunan di tingkat desa dan pelayanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat