👁️ Dilihat: 49 kali

Kerinci Jambi MSNC –  Seratus hari bukanlah waktu yang panjang dalam sebuah periode pemerintahan. Namun dalam rentang waktu yang singkat itu, Bupati Kerinci Monadi dan Wakil Bupati Murison berhasil menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, selama dilakukan dengan niat tulus, kerja nyata, dan keberpihakan kepada rakyat.

Tepat 20 Februari 2025, Monadi dan Murison dilantik oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta. Esoknya, tanpa jeda untuk euforia, Bupati Monadi mengikuti retret kepemimpinan bersama para kepala daerah se-Indonesia di Akademi Militer Magelang. Di sanalah ia memantapkan komitmennya untuk membangun Kerinci secara menyeluruh dan menyentuh akar permasalahan rakyat.

Setibanya kembali di tanah kelahirannya, Bupati Monadi tidak berdiam diri. Pada 2 Maret, hanya beberapa hari setelah pelantikannya, ia langsung memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memulai perbaikan jalan kabupaten. Langkah ini bukan tanpa alasan—sudah bertahun-tahun masyarakat mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah, menghambat aktivitas ekonomi dan sosial.

Keesokan harinya, pada 3 Maret, apel pagi digelar di halaman Kantor Bupati, diikuti dengan inspeksi mendadak ke Dinas Pendidikan. Monadi ingin melihat langsung bagaimana pelayanan publik dijalankan. Ia tidak ingin hanya menerima laporan di atas meja, tetapi ingin mendengar langsung suara rakyat dari akar rumput.

Bersama Wakil Bupati Murison, sepanjang Maret mereka terus menyusuri pelosok Kerinci. Dari pasar tradisional yang menjadi nadi ekonomi warga kecil, hingga ke desa-desa yang selama ini jarang tersentuh perhatian pemerintah. Mereka tidak sekadar hadir, tetapi mendengar, menyapa, dan membawa solusi. Dalam peresmian Kampung Alpukat, mereka membangkitkan harapan baru bagi petani lokal untuk mandiri dan berdaya.

Tak hanya pembangunan fisik, mereka juga bergerak cepat dalam penanganan persoalan strategis. Box culvert yang rusak diperbaiki, jalan amblas ditangani segera, jalan-jalan desa yang sebelumnya tak layak dilalui kini mulai ditimbun dan dirapikan. Layanan air bersih dan fasilitas PAUD pun menjadi prioritas, karena mereka sadar: membangun daerah berarti menjaga masa depan generasi penerus.

Memasuki bulan April, fokus bergeser ke sektor pertanian dan persiapan Idulfitri. Pemerintah daerah membentuk Badan Benih Induk (BBI) untuk memastikan ketersediaan benih unggul bagi petani, serta meluncurkan program irigasi pertanian demi mendukung ketahanan pangan. Langkah-langkah ini adalah bukti bahwa keberpihakan mereka bukan sekadar janji, tapi realisasi nyata yang menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat.

Tak kalah penting, perhatian pada generasi muda turut menjadi sorotan. Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dibuka lebih awal, sebagai bagian dari pembinaan karakter dan nasionalisme pemuda. Di saat yang sama, pembangunan gedung baru Dinas Pendidikan dan Perpustakaan dimulai—simbol nyata dari investasi jangka panjang pada sektor pendidikan.

Puncaknya pada Mei 2025, program unggulan bertajuk BUNGA DESA (Bupati Ngantor di Desa) resmi diluncurkan. Desa Pasir J dan Pasir J Gantih menjadi lokasi perdana. Dalam program ini, Bupati tidak hanya bekerja dari desa, tetapi juga menyerap langsung aspirasi, mendengar keluh kesah warga, dan menindaklanjuti secara konkret. Warga desa yang selama ini merasa jauh dari perhatian pemerintah, kini bisa duduk satu meja, berbicara langsung, dan melihat solusi hadir tanpa birokrasi yang berbelit.

Monadi dan Murison juga aktif membangun sinergi lintas daerah. Mereka menjalin koordinasi erat dengan Wali Kota Sungai Penuh untuk menyelesaikan isu-isu strategis yang menyangkut kepentingan bersama. Mereka juga meluncurkan Tim Intelijen Pangan, sebagai langkah antisipatif menjaga stabilitas harga bahan pokok, serta membangun SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) berbasis swadaya—bukti bahwa keberhasilan bukan hanya dari anggaran besar, tetapi dari semangat gotong royong.

Dalam evaluasi resmi 100 hari kerja yang digelar Jumat (30/5), Bupati Monadi berdiri di hadapan publik, bukan untuk membanggakan capaian, tetapi untuk mengingatkan bahwa ini baru permulaan. Ia menyatakan bahwa seluruh langkah ini adalah fondasi untuk percepatan pembangunan jangka menengah.

“Sejak hari pertama, kami memilih untuk langsung turun ke lapangan, mendengar keluhan rakyat, dan merespons dengan langkah cepat dan terukur. Bukan pencitraan, tapi karena kami tahu, waktu rakyat tidak bisa menunggu,” ujar Monadi dengan suara mantap.

Ia menegaskan bahwa arah kebijakan pemerintahannya bukan sekadar seremonial atau proyek simbolik, melainkan diarahkan pada persoalan-persoalan mendasar: infrastruktur yang layak, pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang merata, dan pangan yang aman.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan perubahan—jalan yang bisa dilalui dengan nyaman, air bersih yang mengalir ke rumah-rumah, sekolah yang mendidik anak-anak kita lebih baik, dan ekonomi lokal yang berdenyut kembali,” tambahnya.

Bagi Monadi, membangun Kerinci bukan hanya dari pusat pemerintahan, tetapi dimulai dari pelosok-pelosok desa, dengan semangat gotong royong, inovasi, dan tata kelola yang transparan. Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Kerinci siap mendukung program nasional seperti Koperasi Merah Putih dan Makmur Bersama Gerakan (MBG) yang diusung Presiden Prabowo.

Sementara itu, Wakil Bupati Murison menegaskan bahwa kekompakan dan sinergi antara dirinya dan Bupati menjadi kunci dari semua capaian tersebut.

“Kami sadar tidak bisa menyenangkan semua orang dalam waktu singkat, tapi yang pasti, tidak boleh ada masyarakat yang merasa ditinggalkan. Apa yang belum tuntas hari ini, akan kami tuntaskan esok,” tegasnya.

Murison menambahkan bahwa keduanya aktif turun ke sekolah-sekolah, fasilitas kesehatan, pasar, dan desa-desa untuk memastikan pelayanan publik berjalan secara maksimal dan merata. Karena bagi mereka, pemerintah bukan hanya tempat mengatur, tetapi hadir untuk melayani dan menjadi bagian dari denyut kehidupan rakyat.

Seratus hari mungkin hanya sekejap dalam kalender, tapi bagi rakyat Kerinci, ini adalah awal dari harapan baru. Sebuah pemerintahan yang bergerak cepat, merakyat, dan bekerja dengan hati.

Penulis : Rakina

Editor :  Edi T