Sungaipenuh .Jambi MSNC – Warga Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungaipenuh, hidup dalam ketakutan. Bukan karena bencana alam yang tak terduga, tapi karena tumpukan sampah yang mengintai setiap kali hujan turun. Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Renah Padang Tinggi (RPT) kini telah berubah menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja.
Setiap hujan deras, limbah dari TPAS RPT meluap dan hanyut ke sungai. Tak hanya mencemari air yang biasa dipakai untuk mandi, mencuci, dan bahkan dikonsumsi warga, tapi juga menebar bahaya di jalan nasional Sungaipenuh–Tapan. Tumpukan sampah yang berserakan telah menyebabkan kecelakaan serius. Sebuah mobil dilaporkan terseret arus kotoran hingga masuk ke sungai. Ini bukan sekadar gangguan, ini ancaman nyata!
“Sungai kami bukan lagi tempat air, tapi tempat limbah. Kami minum dari sungai ini, anak-anak mandi di situ. Sekarang semua tercemar. Kami sudah terlalu lama sabar!” ujar Deki Hamdani, tokoh pemuda Sungai Ning dengan nada geram. Warga tak lagi meminta mereka mendesak. Penutupan TPAS RPT bukan pilihan, tapi keharusan. Jika tidak segera diambil tindakan, bencana lingkungan dan korban jiwa tinggal menunggu waktu.
Warga Sungai Ning sudah bersuara. Kini, giliran Pemerintah Kota Sungaipenuh untuk bertindak. Sebelum semuanya terlambat.
( Rakina )





Tinggalkan Balasan