👁️ Dilihat: 3 kali

KERINCI, Suara Independent.com — Persoalan pelayanan air bersih melalui PAMSIMAS di Desa Pengasilama, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci, semakin memprihatinkan. Hampir satu bulan sebagian warga mengaku tidak mendapatkan pasokan air secara normal dan terpaksa mengangkut air dari sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan respons dan tanggung jawab pengurus PAMSIMAS Desa Pengasilama. Pasalnya, gangguan tidak hanya berlangsung dalam hitungan hari, tetapi disebut telah terjadi hampir satu bulan tanpa kepastian kapan pelayanan air kembali normal.

Yang semakin menjadi sorotan warga adalah distribusi air yang dinilai tidak merata. Di tengah kondisi debit air yang menurun akibat musim kemarau, sejumlah jalur disebut masih mendapatkan aliran, sementara jalur lainnya justru mengalami kondisi mati total.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya kelalaian dalam pengawasan dan pengelolaan jaringan pipa distribusi. Warga menilai pengurus semestinya lebih cepat turun ke lapangan untuk memastikan penyebab gangguan, memeriksa kondisi pipa dan jaringan, serta mencari solusi agar keterbatasan air tidak hanya membebani warga pada jalur tertentu.

“Sudah hampir satu bulan kami kesulitan mendapatkan air. Untuk kebutuhan sehari-hari terpaksa mengambil air dari sungai. Jangankan mandi dan mencuci, untuk air wudu saja susah,” ungkap salah seorang warga.

Warga mengaku memahami bahwa musim kemarau dapat menyebabkan debit sumber air berkurang. Namun, menurut mereka, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat pelayanan terganggu begitu lama, terlebih ketika masih ada jalur tertentu yang memperoleh pasokan air.

“Kalau memang debit air berkurang, kenapa ada jalur yang masih mengalir sementara jalur kami mati total? Seharusnya pengurus turun melihat langsung dan mencari tahu persoalannya,” keluh warga.

Selain persoalan distribusi, warga juga mempertanyakan pengelolaan iuran PAMSIMAS. Setiap rumah penerima manfaat disebut membayar Rp10.000 per bulan. Dengan jumlah penerima manfaat yang disebut mencapai hampir ratusan rumah, dana yang dihimpun secara rutin tentu perlu dikelola secara transparan dan dipergunakan untuk mendukung pelayanan.

Warga berharap iuran tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional, pemeliharaan dan perbaikan jaringan pipa apabila terjadi kebocoran, kerusakan atau gangguan pada jalur distribusi.

Karena itu, warga mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab pengurus dalam melakukan pemeliharaan jaringan. Jangan sampai masyarakat tetap dibebani pembayaran bulanan, tetapi ketika pasokan air terganggu dalam waktu panjang, warga justru harus mencari air sendiri ke sungai.

Di sinilah dugaan kelalaian pengelola menjadi sorotan. Pengurus PAMSIMAS tidak hanya memiliki tanggung jawab mengelola iuran, tetapi juga memastikan jaringan pipa yang dikelola dapat memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat secara layak dan merata.

Warga juga meminta adanya transparansi mengenai kondisi jaringan PAMSIMAS, penggunaan iuran bulanan, biaya pemeliharaan serta kendala yang menyebabkan pasokan air pada sejumlah jalur terhenti.

Menurut warga, apabila persoalan memang disebabkan faktor alam akibat musim kemarau, pengurus seharusnya dapat menjelaskan kondisi tersebut secara terbuka sekaligus mengatur distribusi secara adil. Jika terdapat persoalan pada jaringan pipa, warga berharap segera dilakukan pengecekan dan perbaikan.

Jangan sampai warga yang berada di jalur dengan pasokan terhenti harus terus mengangkut air dari sungai, sementara masyarakat pada jalur lainnya masih dapat menikmati aliran air.

Bagi warga Pengasilama, air bersih merupakan kebutuhan mutlak. Mereka berharap pengurus PAMSIMAS segera menunjukkan tanggung jawab dengan turun langsung ke lapangan, mengecek jaringan pipa, memperbaiki titik gangguan dan memastikan distribusi air kembali berjalan secara merata.

Warga juga berharap Pemerintah Desa Pengasilama ikut melakukan pengawasan terhadap pengelolaan PAMSIMAS agar pelayanan air bersih benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat penerima manfaat.

Hingga pers rilis ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pengurus PAMSIMAS Desa Pengasilama mengenai penyebab gangguan, kondisi jaringan pipa, penggunaan iuran bulanan maupun langkah perbaikan yang telah dilakukan.