👁️ Dilihat: 63 kali

SUNGAI PENUH, MSNC – Dalam suasana yang sarat nilai adat dan tradisi, Walikota Sungai Penuh Alfin, SH secara resmi dikukuhkan sebagai “Depati Sempurno Tiang Bumi Putih”, sebuah gelar kehormatan adat tertinggi dalam tatanan Depati IV Kumun Debai.

Pengukuhan yang berlangsung khidmat dan penuh makna ini dilaksanakan pada acara puncak Kenduri Sko Anak Jantan Anak Batino Depati IV Kumun Debai Tahun 2025, yang dipusatkan di Lapangan SMPN 6 Kumun Debai, Minggu (6/7).

Gelar tersebut merupakan bentuk penghargaan dan kepercayaan tinggi dari masyarakat adat Kumun Debai atas kiprah, dedikasi, dan kepemimpinan Wako Alfin yang dianggap mampu menjunjung tinggi nilai-nilai adat, mempererat persatuan, serta membangun masyarakat menuju arah yang lebih maju dan sejahtera.

Dalam prosesi adat yang sakral, Wako Alfin menerima gelar dengan penuh rasa haru dan tanggung jawab. Ia menyampaikan bahwa anugerah ini bukan semata-mata sebuah kehormatan pribadi, melainkan amanah besar untuk terus mengayomi, menjaga kearifan lokal, dan memperkuat semangat kebersamaan.

“Gelar ini adalah panggilan jiwa untuk selalu membela adat, memperkuat nilai-nilai budaya, dan mengayomi seluruh anak jantan dan anak batino di bumi Kumun Debai. Mari kita jaga warisan leluhur ini sebagai kekuatan kita menuju masa depan yang lebih gemilang,” ungkap Wako Alfin dalam sambutannya.

Acara pengukuhan disaksikan ribuan masyarakat dan tokoh adat, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk,Perwakilan Gubernur Jambi, Bupati Kerinci, Wakil Walikota Sungai Penuh, Ketua dan Anggota DPRD, Unsur Forkopimda, Para Kepala OPD, serta, Tokoh-tokoh masyarakat dan alim ulama

Kenduri Sko, sebagai perayaan adat turun-temurun, menjadi momen penting untuk menyatukan hati dan mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar Depati IV Kumun Debai. Selain pelantikan dan pengukuhan adat, acara ini juga diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni budaya yang menghidupkan kembali semangat adat leluhur.

Di akhir acara, Wako Alfin menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian adat istiadat dan menjadikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai landasan pembangunan yang berkeadilan.

“Adat adalah jati diri kita. Dengan semangat persatuan dan nilai kebudayaan, kita bangun Sungai Penuh yang Juara  Maju, Adil, dan Sejahtera.”

(Yuni.M)