👁️ Dilihat: 105 kali

SUNGAI PENUH, Suara Independent.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kerinci melalui Kanit Turjawali IPDA Debi Rusadi meninjau sejumlah titik rawan longsor di KM 20–22 Jalan Nasional Sungai Penuh–Tapan, Senin (12/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Kerinci turut melibatkan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh. Sejumlah titik di sepanjang jalur tersebut menjadi perhatian karena dinilai rawan terjadi longsor.

Sebagai langkah kesiapsiagaan, pihak Balai Jalan bersama Dinas PUPR telah menyiagakan alat berat untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor serta mempercepat penanganan apabila material longsor kembali menutupi badan jalan.

Akses Jalan Tapan Sako Kembali Dibuka

Sementara itu, akses jalan di kawasan Tapan Sako yang sebelumnya tertimbun material longsor, mulai Senin siang, sudah dapat dilalui kendaraan.

Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi jalur penghubung Sungai Penuh–Tapan. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat sejumlah titik masih berpotensi mengalami longsor, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi.

Satlantas Polres Kerinci mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Pengendara diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta berhati-hati saat melintasi kawasan yang rawan longsor.

Pengguna jalan juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi jalan dan cuaca. Apabila menemukan material longsor atau kondisi jalan yang membahayakan, pengendara sebaiknya tidak memaksakan diri melintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Melalui peninjauan dan koordinasi lintas instansi ini, diharapkan potensi gangguan lalu lintas akibat longsor dapat diantisipasi lebih cepat sehingga keselamatan masyarakat serta kelancaran perjalanan di jalur Sungai Penuh–Tapan tetap terjaga.( * )