👁️ Dilihat: 72 kali

Kerinci Media Sindent – Dalam upaya mendorong transformasi digital di tingkat desa, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kerinci menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) penggunaan aplikasi SRIKANDI dan GEMA DESA (Gerbang Elektronik Masyarakat Desa). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kominfo Kerinci, Yuldi Candra, pada Selasa (12/8/2025) di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Kerinci.

Bimtek yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Agustus 2025, diikuti oleh perwakilan dari 93 desa dan kelurahan se-Kabupaten Kerinci. Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Panitia pelaksana, Vicko Parbo, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan administrasi dan pelayanan publik berbasis digital.

“Implementasi aplikasi ini diharapkan mampu mempermudah tata kelola pemerintahan desa dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Yuldi Candra menegaskan bahwa Bimtek ini sejalan dengan visi-misi Kabupaten Kerinci yang Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera.

“Kami ingin perangkat desa menguasai teknologi dan aplikasi ini, sehingga pelayanan publik di desa bisa lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Transformasi digital desa adalah kunci untuk meningkatkan daya saing daerah,” ujarnya.

Bimtek menghadirkan narasumber Riza N Putra, SE, MM dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kerinci, serta Vebri Dores, M.Kom. dan Lusi Kestina, M.Kom. dari Dinas Kominfo Kabupaten Kerinci.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan sesi diskusi interaktif. Antusiasme peserta terlihat tinggi, dengan banyaknya pertanyaan dan ide yang disampaikan selama kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Kerinci berharap para kepala desa dan operator desa dapat segera mengimplementasikan aplikasi SRIKANDI dan GEMA DESA, sehingga tata kelola pemerintahan desa di Kabupaten Kerinci semakin efektif, efisien, dan berbasis teknologi.