👁️ Dilihat: 49 kali

Kerinci Media Sindent – Event Trail Adventure JELASAK menuai sorotan usai lahan cabe dan kentang milik warga Desa Koto Periang, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, rusak akibat dilintasi peserta motor trail pada Minggu (28/9).

Keluhan petani langsung ramai diperbincangkan di media sosial, terutama setelah foto-foto kerusakan lahan diunggah akun Facebook Info Kito Kincai dan pengguna bernama Enni Andrya. Dalam unggahannya terlihat kebun cabe dan kentang warga hancur terlindas roda motor trail.

Postingan itu sontak memicu ratusan komentar warganet. Mayoritas menyesalkan kelalaian panitia dan menuntut adanya ganti rugi atas kerugian yang dialami petani.

Akun Info Kito Kincai menulis:

“Beginilah kondisinya! Lahan cabe dan kentang milik warga rusak usai gelaran Trail Adventure JELASAK. Tanaman yang jadi sumber penghidupan kini hancur terlindas roda. Pertanyaannya: siapa yang akan bertanggung jawab?

Nada serupa disampaikan oleh Enni Andrya “Kalo sudah begini siapa yang tanggung jawab? Acan cabe dg kubik uhang di gahu touring.”

Komentar keras juga datang dari akun Umi Nur Janah, yang menilai panitia tidak cermat:

“Seharusnya panitia mengecek jalur sebelum acara. Itu sumber rezeki masyarakat. Bukan hanya cabe, kentang yang baru ditanam juga ikut hancur. Wajar kalau pemilik lahan marah.”

Selain tanaman, warga turut mengeluhkan rusaknya jalan menuju ladang usai dilewati rombongan motor trail. Beberapa menyebut panitia dan peserta kurang memiliki empati terhadap jerih payah petani.

“Mereka tidak punya adab. Hobi boleh, tapi jangan sampai merugikan orang lain,” tulis seorang netizen.

Cabe dan kentang sendiri merupakan komoditas utama di Kayu Aro, yang menjadi sumber penghasilan mayoritas masyarakat. Kerusakan lahan ini dinilai sebagai pukulan berat bagi petani yang telah mengeluarkan tenaga, waktu, dan modal.

Menanggapi desakan publik, panitia Trail Adventure Jelasak akhirnya menyatakan siap bertanggung jawab.

“Kami atas nama panitia event Trail Adventure Jelasak bertanggung jawab penuh jika terdapat kerusakan tanaman milik warga. Karena saat ini panitia masih mengevakuasi peserta yang terjebak di jalur, kami belum sempat menemui pemilik lahan. Insya Allah setelah evakuasi selesai, kami akan menemui pemilik tanaman langsung,” ujar pihak panitia.

Hingga kini, evakuasi peserta yang terjebak di jalur masih berlangsung. Panitia memastikan akan segera mengambil langkah cepat dan berkoordinasi dengan warga terdampak.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara event serupa agar lebih berhati-hati dalam menentukan rute. Jalur yang melintasi lahan produktif milik warga sebaiknya dihindari. Koordinasi dengan aparat desa, tokoh masyarakat, serta pihak berwenang sangat diperlukan untuk mencegah konflik dan kerugian di kemudian hari.