👁️ Dilihat: 49 kali

SUKABUMI, MSNC – Sebanyak 1.848 perwira muda Polri resmi dilantik dalam Upacara Penutupan Pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan ke-54 Gelombang I dan SIP Khusus Intelijen Angkatan ke-10, yang digelar di Lapangan Soetadi Ronodipuro, Setukpa Lemdiklat Polri, Kota Sukabumi, Kamis (3/7/2025).

Upacara yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. ini menjadi momentum penting dalam melahirkan generasi pemimpin Polri masa depan. Para perwira baru yang tergabung dalam Resimen Darma Raksaka Nayaka kini resmi menyandang pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) dan siap menjalankan tugas sebagai pemimpin di lapangan.

Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa menjadi perwira bukan sekadar perubahan pangkat, tetapi juga peningkatan tanggung jawab yang signifikan. Ia menekankan pentingnya peran seorang perwira sebagai supervisor, pemotivasi, dan panutan bagi anggotanya, sekaligus sebagai figur yang hadir di tengah masyarakat.

“Saat ini mereka telah menjadi perwira, dan tentu memiliki tugas serta tanggung jawab yang lebih besar. Kita harapkan mereka menjadi pemimpin yang mampu memotivasi, memberi contoh, dan mampu hadir di tengah masyarakat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada,” ujar Jenderal Sigit.

Kapolri juga menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri, termasuk para perwira muda yang baru dilantik, harus menjadikan arahan Presiden RI Prabowo Subianto sebagai pedoman dalam menjalankan tugas. Polri dituntut untuk lebih mendengar suara rakyat, cepat tanggap terhadap masalah, dan terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa.

“Polri harus mampu mendengarkan keluhan masyarakat secara langsung dan segera merespons. Ini adalah bentuk pelayanan terbaik yang diharapkan Presiden dari seluruh insan Bhayangkara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jenderal Sigit menekankan pentingnya dukungan Polri terhadap program prioritas nasional Asta Cita yang menjadi visi besar pemerintahan Presiden Prabowo. Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya akan terwujud jika stabilitas keamanan terus terjaga melalui sinergi yang kuat antara Polri, TNI, dan elemen bangsa lainnya.

“Keberhasilan negara ini bisa tercapai apabila kita mampu menjaga sinergitas antara Polri, TNI, dan seluruh elemen bangsa. Stabilitas adalah kunci bagi tercapainya tujuan pembangunan nasional,” tegas Kapolri.

Menutup arahannya, Kapolri mengingatkan bahwa dinamika global saat ini sangat memengaruhi situasi dalam negeri. Oleh karena itu, setiap perwira harus memiliki kemampuan adaptasi, kecakapan berpikir strategis, serta komitmen terhadap peningkatan kualitas diri dan profesionalisme.

“Saya minta seluruh perwira yang baru dilantik untuk terus adaptif, mengikuti perkembangan, dan terus meningkatkan kualitas diri. Tantangan Polri ke depan semakin kompleks dan membutuhkan kesiapan dari seluruh lini,” pungkas Kapolri.

Pelantikan ini tidak hanya menandai akhir pendidikan, tetapi juga menjadi awal pengabdian penuh makna dari para perwira muda yang akan menjadi wajah Polri di masa depan lebih responsif, humanis, dan profesional demi Indonesia yang aman, tertib, dan bermartabat (*)