šŸ‘ļø Dilihat: 682 kali

SUNGAI PENUH, SuaraSindent.com – Kerusakan jalan batu andesit di pusat Kota Sungai Penuh, tepatnya di depan Rumah kediaman Dinas Wakil Wali Kota sampai Simpang Empat lampu merah, semakin memprihatinkan. Kerusakan parah ini dinilai dapat mengancam keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.

Proyek pembangunan jalan batu andesit sepanjang kurang lebih 300 meter yang menelan anggaran sekitar Rp900 juta bersumber dari APBD Pemerintah Kota Sungai Penuh Tahun 2023. Namun, saat ini hampir sebagian besar permukaan badan jalan mengalami kerusakan yang ditandai
Sejumlah batu andesitĀ  terlepa, Sehingga kondisi permukaam badan jalan bergelombang dan dibeberapa titikĀ  berlobang karenaĀ  batu andesit sudah terlepas dan sangat membahayakan pengguna jalan.

Sejak awal pelaksanaan proyek, muncul isu dikakangan kontraktor didugaan pekerjaan pemasangan batu andesit tidak memenuhi standar teknis, fakta bahwa jalan tersebut sudah beberapa kali dilakukan pembongkar dan pemasangan, setelah pekerjaan diserah terimakasih.

Pembongkaran dilakukan karena batu andesit yang dipasang tidak menyatu dengan dasar badan jalan sehingga mudah terlepas. Kondisi ini juga menyebabkan kendaraan roda empat sempat dilarang melintas dengan dipasangnya bollard.

“Kebijakan pemasangan bollard menimbulkan polemik warga sebab pelayanan publik terganggu, dan puncaknya menyeret seorang anggota DPRD Kota Sungai Penuh dari Partai Golkar ke ranah hukum. Karena membakar bollard.

“Menurut sebahagian warga ada benarnya dibongkarnya bolleard oleh FH dan tujuan agar jalan utama di jantung Kota Sungai Penuh dapat kembali dilalui kendaraan roda empat. Sebab, selama ini jalan utama yang merupakan aset publik jarang dipasangi bollard secara permanen, terlebih jika berstatus jalan provinsi atau jalan nasional harus memerlukan izin dari kementerian terkait.

Sejumlah warga juga menilai proyek tersebut sejak awal tidak efektif. Mereka menyebut jalan aspal, yang dilapisi batu andesit, jalan tersebut dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan berarti.

“Sebaliknya setelah dipasang batu andesit, kondisinya justru semakin memprihatinkan meskipun sudah beberapa kali dilakukan perbaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh.Jalan tetap bergelombang dan berlubang di beberapa tempat. Ini sangat berbahaya bagi pengendara roda dua maupun roda empat,ā€ ujar seorang warga.

Kerusakan jalan di pusat aktivitas masyarakat Kota Sungai Penuh ini juga mendapat perhatian dari DPRD Kota Sungai Penuh. Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Hutri, mengatakan pihaknya menerima banyak keluhan dan masujan dari masyarakat terkait kondisi jalan tersebut.

Menurutnya, banyak warga yang meminta agar jalan batu andesit tersebut dibongkar karena selain berbahaya juga merusak pemandangan di pusat kota.

ā€œWacana pembongkaran sebenarnya sudah lama dibahas di DPRD dan bahkan telah disampaikan dalam pandangan fraksi-fraksi,ā€ katanya.

Ia menyebutkan bahwa DPRD pada prinsipnya sepakat jika jalan tersebut dibongkar sesuai dengan aturan yang berlaku.

ā€œKita berharap Dinas PUPR Kota Sungai Penuh menanggapi permintaan masyarakat yang disampaikan melalui DPRD, karena selain rusak parah juga membahayakan pengendara,ā€ ujarnya.

Saat ini kondisi jalan batu andesit tersebut semakin memprihatinkan. Ketika kendaraan melintas, batu yang tidak lagi menyatu dengan permukaan jalan menimbulkan bunyi berisik menyerupai ā€œmusik angklungā€, bahkan sebagian warga menyebutnya seperti ā€œjalan rentak kudo.ā€(Red Syam).