👁️ Dilihat: 41 kali

Kerinci MEDIA SINDENT – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga di Dusun III, Desa Pendung Hilir, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada Jumat (10/10/2025) siang. Sedikitnya empat unit rumah warga hangus terbakar, menyebabkan tiga rumah rusak berat dan satu rumah rusak ringan. Meski kerugian material diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.20 WIB, saat sebagian besar warga tengah melaksanakan ibadah Salat Jumat. Berdasarkan keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat dari dalam kamar rumah milik Ramadi (51), salah satu warga yang saat kejadian tidak berada di rumah. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah warga lain yang berdekatan. Suasana panik menyelimuti permukiman tersebut saat asap dan kobaran api mulai membubung tinggi.

Saksi mata, Susi Susanti (34) dan Yogi (29), yang berada di lokasi saat kejadian, melihat api pertama kali muncul dan segera berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga pun berupaya melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya, sembari menunggu bantuan datang.

Kapolsek Air Hangat AKP. Julisman beserta jajarannya langsung merespons laporan tersebut dengan sigap. Personel Polsek diterjunkan ke lokasi dan Kapolsek memimpin langsung proses evakuasi dan penanganan di lapangan. Empat unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Air Hangat dikerahkan dan tiba di lokasi sekitar pukul 12.40 WIB. Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari satu jam hingga akhirnya api berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 13.30 WIB.

“Kami menerima laporan dan langsung bergerak cepat ke lokasi. Fokus utama kami adalah memastikan tidak ada korban jiwa serta membantu proses pemadaman dan evakuasi warga,” ujar Kapolsek Air Hangat saat ditemui di lokasi kejadian.

Identitas pemilik rumah yang menjadi korban kebakaran antara lain Ramadi (51), Danton Sori (55), Aprizal (60), dan Rahman (65). Keempatnya merupakan warga Dusun III, Desa Pendung Hilir. Seluruh rumah yang terdampak berada dalam radius berdekatan, sehingga api mudah menyebar ke bangunan lainnya.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Namun, dugaan awal menyebutkan kebakaran kemungkinan besar dipicu oleh korsleting listrik dari kamar rumah Ramadi yang dalam keadaan kosong saat kejadian.

Setelah api berhasil dipadamkan, pihak kepolisian bersama aparat desa melakukan pendataan terhadap korban, mengamankan lokasi kejadian, serta menyusun laporan resmi untuk disampaikan ke pimpinan dan instansi terkait. Selain itu, imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh listrik, turut disampaikan oleh petugas.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh warga untuk memastikan keamanan rumah, terutama saat ditinggalkan dalam waktu lama. Kepolisian juga mengapresiasi kerja sama cepat antara warga, petugas Damkar, dan aparat dalam mengatasi situasi darurat sehingga tidak sampai menimbulkan korban jiwa.