👁️ Dilihat: 51 kali

Depok, Jawa Barat .MSNC – Komitmen kuat dalam menjaga warisan budaya daerah kembali menuai apresiasi di tingkat nasional. Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., secara resmi menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam gelaran Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FBIN) 2025 yang berlangsung di Gedung Merah Putih PPSDM Kemendikdasmen, Bojongsari, Depok.

 

Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.Si., sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi nyata Bupati Monadi dalam mendukung pelestarian bahasa ibu melalui program revitalisasi bahasa daerah. Program ini merupakan inisiatif strategis dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah naungan Kemendikdasmen.

 

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menggarisbawahi pentingnya peran kepala daerah dalam menghidupkan kembali bahasa-bahasa daerah yang mulai tergerus zaman.

 

> “Bahasa ibu adalah fondasi identitas bangsa. Upaya pelestarian tidak mungkin berhasil tanpa keterlibatan aktif dari para pemimpin daerah. Apresiasi kami sampaikan kepada kepala daerah yang telah menjadi garda depan dalam menjaga warisan linguistik bangsa,” ujar Menteri Mu’ti.

 

Kemendikdasmen sendiri telah melaksanakan revitalisasi terhadap 114 bahasa dan dialek lokal di 38 provinsi di Indonesia. Langkah ini bertujuan membangkitkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya bahasa ibu serta memperkuat karakter budaya melalui pendidikan.

 

Bupati Monadi dinilai berhasil menjadi penggerak utama dalam implementasi program revitalisasi bahasa di Kabupaten Kerinci. Tak hanya itu, beliau juga mendorong keterlibatan aktif pelajar dan pemuda daerah dalam kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu, menjadikannya sebagai ruang ekspresi dan pelestarian budaya yang hidup dan relevan.

 

> “Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh masyarakat Kerinci. Ini bukan hanya pengakuan atas kerja pemerintah daerah, melainkan hasil dari kolaborasi dan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga identitas lokal. Kami akan terus mendukung upaya ini demi keberlangsungan budaya dan bahasa ibu,” ungkap Bupati Monadi usai menerima penghargaan.

 

Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional 2025 tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga simbol semangat kebhinekaan dan kekayaan budaya Indonesia. Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, pelestarian bahasa ibu diharapkan terus tumbuh menjadi gerakan nasional yang kuat dan berkelanjutan. ( Red )