👁️ Dilihat: 490 kali

 SUNGAI PENUH – SuaraIndependent.com (SIC) – Kondisi arus lalu lintas di dalam Kota Sungai Penuh menjelang waktu berbuka puasa terpantau padat dan semrawut. Kepadatan terjadi sejak pukul 15.30 WIB hingga menjelang waktu berbuka puasa.

Kondisi ini diperparah dengan penutupan jalan nasional di Simpang Tugu Adipura serta Jalan Pancasila beralihfungsi dijadikan lokasi Pasar Beduk selama bulan Ramadan.

Ditutupnya badan jalan Nasional di Tugu Adipura saat digunakan oleh pihak kontraktor sebagai tempat penumpukan material pembangunan Pasar Beringin. Penutupan aset publik, belum diperoleh keterangan,siapa yang mengeluarkan izin penutupan ruang publik dan aset Nasional didaerah.

Kesemrawutan lalu lintas semakin terasa karena hampir, hampir seluruh badan jalan di dalam Kota Sungai Penuh, kiri / kanan dijadikan area parkir kendaraan roda dua maupun roda empat

“Dampak ditimbulkan, lebar badan jalan yang dapat dilalui kendaraan hanya tersisa sekitar empat meter.
Seperti yang terlihat di Jalan Muradi, mulai dari Simpang Tugu Adipura, Depan Minang Sota sampai Simpang Empat Toko Cemerlang. Pinggir badan jalan nasional ditarik pakir.

“Hal serupa juga terjadi di sekitar Lapangan Merdeka, depan rumah Dinas Wakil Walikota Sungai Penuh,tak luput sisi kiri/ kanan jalan lahan parkir.

“Lonjakan kendaraan ini terjadi waktu tertentu, saat akan berbuka puasa. Kondisi diperparah dengan meningkatnya jumlah kendaraan dari luar daerah seiring kepulangan para perantau menjelang Ramadan.

Pantauan media SIC pada Senin sore (16/03/2026), arus lalu lintas di Jalan Muradi tampak sangat padat mulai pukul 15.30 WIB hingga menjelang berbuka puasa sekitar pukul 18.00 WIB. demikian juga terjadi di jalur menuju Kecamatan Hamparan Kerawang, terutama di Simpang Empat dekat Masjid Raya Sungai Penuh, selain jalan sempit juga pertemuan kenderaan masuk dari arah luarkota yang mau masuk kedalam Kota Sungai Penuh satu jalan yang akan dilalui kederaan dan sebaliknya.

Menanggapi kondisi tersebut, Lukman, SH, MH, menuebitksn faktor utama penyebabnya, pertama dapat diligat dari rasio jumlah krnderaan dengan lebar jalan sudah tidak sebanding lagi.

Kondisi demikian seharus Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas Perhubungan, dinilai terlalu longgar dengan membolehkan badan jalan dijadikan lahan parkir kendaraan.

” Ini disebabkan perencanaan atau rekayasa lalu lintas dari Dinas Perhubungan Kota Sungai Penuh juga dinilai masih lemah, terutama dalam penyediaan lokasi parkir,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, seharusnya pihak terkait sudah mengantisipasi sejak awal.

“Yang terlihat di lapangan justru petugas dari Unit Lalu Lintas Polres Kerinci yang turun langsung mengurai kemacetan. Sementara petugas dari Dinas Perhubungan tidak terlihat.

Seharusnya pada jam-jam rawan macet ditempatkan petugas di setiap persimpangan untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas tambahnya. (Red/Syam)