👁️ Dilihat: 85 kali

SUNGAI PENUH, SUARA INDEPENDENT.COM– Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 24.371.20 Pelayang Raya, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungai Penuh, terus menerapkan prosedur operasional standar (SOP) dalam pelayanan pengisian bahan bakar minyak (BBM), termasuk penggunaan aplikasi MyPertamina untuk penyaluran solar bersubsidi.

Sebagai bentuk rasa syukur atas kerja sama dan komitmen karyawan dalam menjalankan prosedur operasional tersebut, Direktur SPBU Pelayang Raya, Syah’diah, bersama jajaran karyawan menggelar acara syukuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Momentum tersebut menjadi ajang apresiasi terhadap kedisiplinan, kekompakan, serta upaya karyawan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, Syah’diah menyampaikan terima kasih kepada Pertamina atas dukungan dan bimbingan yang diberikan selama ini. Ia juga mengapresiasi seluruh karyawan yang dinilai telah berupaya menjalankan tugas sesuai prosedur.

“Pemotongan tumpeng ini merupakan ungkapan rasa syukur sekaligus bentuk apresiasi kepada seluruh karyawan yang telah bekerja sama dan menjalankan tugas sesuai aturan. Kami juga berterima kasih kepada konsumen yang telah mendukung penerapan MyPertamina. Semoga ke depannya kami dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan kedisiplinan dalam menjalankan operasional SPBU,” ujar Syah’diah.

Ia berharap seluruh karyawan senantiasa bekerja secara profesional, mengedepankan keramahan, serta memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan tertib kepada setiap konsumen.

Keluhan Sopir Solar Bersubsidi Menjadi Perhatian

Di balik upaya penerapan SOP tersebut, pelayanan pengisian solar bersubsidi di SPBU Pelayang Raya juga diwarnai keluhan sejumlah sopir yang mengantre untuk mendapatkan BBM.

Keluhan terutama berkaitan dengan penggunaan barcode MyPertamina yang datanya harus sesuai dengan nomor polisi kendaraan yang digunakan saat pengisian. Ketidaksesuaian data disebut dapat menyebabkan konsumen tidak dapat melanjutkan pengisian BBM.

“Kalau barcode dan nomor polisi tidak sesuai, kami tidak diperbolehkan mengisi BBM dan diminta meninggalkan antrean oleh petugas. Padahal, kami sudah lama mengantre. Untuk pengisian solar, prosesnya cukup sulit jika data kendaraan tidak sesuai,” ungkap salah seorang sopir.

Keluhan tersebut menjadi catatan penting bagi pengelola SPBU, khususnya dalam memastikan informasi mengenai persyaratan pengisian solar bersubsidi tersampaikan secara jelas kepada konsumen.

Pada prinsipnya, penyaluran BBM bersubsidi harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk verifikasi dan kesesuaian data kendaraan. Karena itu, penerapan SOP perlu berjalan beriringan dengan komunikasi yang baik antara petugas dan konsumen.

Penjelasan mengenai persyaratan pengisian, pemeriksaan data sebelum kendaraan mengantre, serta penyampaian alasan apabila pengisian tidak dapat dilayani diharapkan dapat membantu mengurangi kesalahpahaman dan waktu tunggu konsumen.

Pelayanan Tertib Perlu Diimbangi Komunikasi yang Baik

Penerapan prosedur operasional dan sistem digital dalam penyaluran BBM bersubsidi merupakan bagian penting dari upaya memastikan penyaluran sesuai ketentuan. Namun, kualitas pelayanan juga ditentukan oleh kejelasan informasi, keramahan petugas, dan penanganan kendala yang dihadapi konsumen.

Dengan demikian, momentum syukuran yang digelar manajemen SPBU Pelayang Raya diharapkan tidak hanya memperkuat kebersamaan internal, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Konsistensi penerapan SOP, keterbukaan informasi, serta komunikasi yang baik antara pengelola, petugas, dan konsumen menjadi hal penting agar pelayanan BBM di SPBU Pelayang Raya dapat berlangsung tertib, transparan, dan profesional