SUNGAIPENUH, SUARA INDEPENDENT.COM — Keterlambatan pencairan Program Beasiswa Sungai Penuh Juara tahun 2026 menjadi sorotan.
Hampir memasuki delapan bulan tahun anggaran berjalan, beasiswa dengan total anggaran Rp988,75 juta untuk 887 penerima tersebut belum juga disalurkan.
Kondisi ini dinilai berbanding terbalik dengan prestasi Pemerintah Kota Sungai Penuh di tingkat regional dalam bidang pendidikan. Pada 12 Agustus 2026, Pemkot Sungai Penuh meraih Terbaik II Regional Sumatera dalam kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sumatera yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI di Hotel Radisson Batam, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Selain penghargaan, capaian tersebut juga disebut berkaitan dengan pemberian insentif fiskal sebesar Rp1,5 miliar kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh.
Prestasi tersebut tentu menjadi kebanggaan bagi daerah. Namun, di sisi lain, keterlambatan pencairan Beasiswa Sungai Penuh Juara justru menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan teknis pemerintah daerah, khususnya dalam memastikan program bantuan pendidikan dapat direalisasikan tepat waktu.
Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Sungai Penuh, Bovi, menyebut proses pencairan masih menunggu validasi data penerima. Validasi dilakukan untuk memastikan data peserta didik yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sesuai dan akurat.
“Untuk pencairan ditargetkan bulan ini. Kita akan usahakan selesai,” kata Bovi.
Ia juga membenarkan bahwa hingga saat ini Beasiswa Sungai Penuh Juara belum disalurkan. Menurutnya, proses validasi data masih dilakukan sebelum pencairan.
“Kita validasi dulu datanya guna memastikan keakuratan data peserta didik penerima beasiswa yang tercatat dalam Dapodik,” ujarnya.
Prestasi Harus Diikuti Pelayanan Tepat Waktu
Penghargaan di bidang akses layanan pendidikan menunjukkan adanya perhatian dan komitmen pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan.
Karena itu, capaian tersebut diharapkan sejalan dengan kualitas pelaksanaan program pendidikan di lapangan, termasuk ketepatan waktu penyaluran beasiswa.
Dengan anggaran Rp988,75 juta yang diperuntukkan bagi 887 penerima, masyarakat tentu berharap proses administrasi dan validasi dapat segera diselesaikan sehingga hak para penerima tidak terus tertunda.
Keterlambatan hingga memasuki bulan kedelapan tahun anggaran juga menjadi momentum bagi Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi proses perencanaan, verifikasi, dan administrasi program Beasiswa Sungai Penuh Juara agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada tahun berikutnya.
Di satu sisi, Sungai Penuh berhasil meraih penghargaan tingkat regional atas akses penduduk terhadap layanan pendidikan.
Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah berupa pencairan beasiswa yang hingga kini belum terealisasi.
Redaksi — Edi Tanjung





Tinggalkan Balasan