👁️ Dilihat: 131 kali

JAKARTA SUARA INDEPENDENT.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menyoroti persoalan penyelundupan yang dinilai masih terjadi dan meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pengusutan terhadap kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Instruksi tersebut disampaikan Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo secara langsung meminta Menteri Keuangan memastikan persoalan penyelundupan yang masih terjadi dapat ditangani dan diusut secara serius.

“Menteri keuangan usut Bea Cukai juga. Tugasmu jaga penyelundupan, kenapa masih banyak penyelundupan di situ,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, instruksi tersebut bukan dimaksudkan semata-mata untuk mencari kesalahan di lingkungan Bea Cukai. Ia menegaskan pemerintah justru memberikan tantangan kepada jajaran Bea Cukai agar mampu menunjukkan kinerja dalam mencegah dan memberantas praktik penyelundupan.

“Gak ada masalah, kita justru menantang mereka berbuat yang terbaik. Mereka anak-anak kita, harus kita tegakkan,” tegasnya.

Prabowo menekankan bahwa pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlakuan yang adil serta tidak dirugikan oleh praktik penyelewengan.

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat sudah tidak menginginkan adanya ketidakadilan maupun penyelewengan yang dapat merugikan kepentingan negara.

“Rakyat kita tidak mau terima ketidakadilan, tidak mau lagi penyelewengan,” ujar Prabowo.

Instruksi tersebut menegaskan perhatian pemerintah terhadap pengawasan arus barang serta pemberantasan penyelundupan. Menteri Keuangan diminta memastikan jajaran Bea Cukai menjalankan fungsi pengawasan secara optimal dan mengambil langkah terhadap berbagai bentuk pelanggaran yang ditemukan.

Pemerintah berharap penguatan pengawasan Bea Cukai dapat menekan praktik penyelundupan sekaligus melindungi kepentingan negara dan masyarakat. (#)