👁️ Dilihat: 297 kali

SUNGAI PENUH SUARA INDEPENDENT.COM – Prosesi Pelantikan Pengurus Lembaga Adat Wilayah Depati Payung Pondok Tinggi Masa Bhakti 2026-2029 berlangsung khidmat dan penuh makna di Laheik Patemun, Laheik Pacre Empat Luhah, kawasan Tugu Payung Larik Tengah, Pondok Tinggi, Sabtu malam (25/07/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat adat Depati Payung Pondok Tinggi dalam memperkuat eksistensi lembaga adat sebagai wadah penjaga nilai budaya, pemersatu masyarakat, serta penerus amanah leluhur di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan yang berlangsung dengan nuansa adat yang kental itu dihadiri oleh Dewan Depati Sebelas Perut, para pemangku adat, ninik mamak, tokoh masyarakat, cerdik pandai, alim ulama, anggota DPRD Kota Sungai Penuh wilayah Depati Payung Pondok Tinggi, serta berbagai unsur masyarakat adat.

Mengangkat tema “Dengan Momentum Pelantikan Pengurus Lembaga Adat Ini, Kita Wujudkan Kepemimpinan Lembaga Adat yang Amanah, Berwibawa, Berintegritas, dan Berorientasi pada Kemajuan Masyarakat Adat Wilayah Depati Payung Pondok Tinggi”, kegiatan tersebut diawali dengan prosesi adat dan sekapur sirih yang menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai tradisi yang telah diwariskan para leluhur.

Dalam prosesi pengukuhan tersebut, para pengurus baru menerima amanah untuk menjalankan roda organisasi Lembaga Adat Depati Payung Pondok Tinggi selama periode 2026-2029.

Adapun susunan kepengurusan Lembaga Adat Depati Payung Pondok Tinggi Masa Bhakti 2026-2029, yaitu:

Ketua : Dpt. Febriandi, S.Ag., MM
Wakil Ketua : Dpt. Heldi Efendi
Sekretaris : Medinal Ikhsan, SP
Bendahara : Arief Dianjoni

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru tersebut, masyarakat berharap Lembaga Adat Depati Payung Pondok Tinggi mampu menjalankan peran dan tanggung jawab secara amanah, bijaksana, serta tetap mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan adat maupun sosial kemasyarakatan.

Salah seorang tokoh masyarakat menyampaikan bahwa amanah dalam adat merupakan sebuah kehormatan yang harus dijaga bersama.

“Amanah adalah kehormatan. Ketika adat dijaga bersama, persatuan masyarakat akan semakin kokoh dan pembangunan daerah dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya,” ujarnya.

Menurutnya, lembaga adat memiliki peran penting bukan hanya dalam menjaga tradisi, tetapi juga menjadi penggerak dalam memperkuat kebersamaan masyarakat, membina generasi muda, serta mempertahankan identitas budaya lokal.

Masyarakat juga menaruh harapan besar kepada kepengurusan baru agar mampu menghadirkan gagasan dan program yang membawa kemajuan bagi Pondok Tinggi, di antaranya melalui penguatan budaya lokal, pemberdayaan generasi muda, peningkatan peran perempuan dalam kegiatan adat, serta membangun sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Pelantikan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal langkah baru dalam melahirkan program nyata untuk menjaga marwah adat, mempererat persatuan, dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Rio Najmil Ikhwal Imam Pegawai dari Luhah Rio Pati Pondok Tinggi. Suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Iyo-Iyo yang dibawakan oleh kelompok ibu-ibu dari Empat Luhah.

Tari tradisional tersebut menjadi simbol kekompakan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap nilai adat yang terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat Depati Payung Pondok Tinggi.

Dengan telah dikukuhkannya Pengurus Lembaga Adat Depati Payung Pondok Tinggi periode 2026-2029, masyarakat berharap lembaga adat semakin kuat dalam menjaga identitas budaya, memperkokoh persatuan, serta menjadi mitra strategis masyarakat dalam membangun masa depan Pondok Tinggi tanpa meninggalkan akar adat dan tradisi.

Penulis : Edi T

Editor : Edi.T