👁️ Dilihat: 207 kali

KERINCI SUARA INDEPENDENT.COM –  Kasus kejahatan siber dengan modus pengambilalihan akun WhatsApp kembali memakan korban. Aditya, seorang warga Sleman yang berlokasi di Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, menjadi korban peretasan akun WhatsApp oleh oknum penjahat siber pada Rabu, 15 Juli 2026. Meski akun tersebut kini telah berhasil dipulihkan, beberapa kerabat korban telanjur mengalami kerugian materiil akibat aksi penipuan yang dilakukan oleh peretas.

​Peristiwa ini berawal saat sejumlah rekan Aditya mendatangi warung milik korban yang berada di kawasan Pasar Sore, Desa Seleman. Mereka bermaksud mengonfirmasi pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh akun Aditya. Dalam pesan tersebut, pelaku yang berpura-pura menjadi Aditya mencoba meminjam sejumlah uang dengan dalih mendesak.

“Pinjam dulu dana, besok saya kembalikan,” bunyi pesan singkat yang dikirimkan pelaku kepada kontak-kontak di WhatsApp Aditya.

​Variasi nominal uang yang diminta pelaku cukup beragam, mulai dari Rp2 juta hingga mencapai Rp20 juta.

​Menyadari akunnya telah dikuasai oleh pihak luar, Aditya segera mengambil tindakan cepat dengan mendatangi kantor pelayanan telekomunikasi GraPARI terdekat. Berkat penanganan taktis di pusat layanan tersebut, akun WhatsApp milik Aditya berhasil dipulihkan dan diamankan kembali.

​Meski demikian, aksi cepat ini tidak sepenuhnya membendung kerugian. Menurut keterangan Aditya, beberapa anggota keluarganya telanjur menjadi korban manipulasi pelaku.

Salah satu kerabatnya yang berdomisili di Malaysia bahkan dilaporkan telah mengirimkan sejumlah uang ke rekening penjahat tersebut sebelum menyadari adanya peretasan.

​Tips Menghindari Peretasan Akun WhatsApp:

​Belajar dari kasus yang menimpa Aditya, masyarakat di wilayah Kerinci dan sekitarnya diimbau untuk selalu waspada dan menerapkan langkah-langkah keamanan berikut:

  • ​Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification): Tambahkan PIN 6-digit pada pengaturan keamanan WhatsApp Anda.
  • ​Jangan Pernah Bagikan Kode OTP: Jangan memberikan kode verifikasi yang masuk melalui SMS/Telepon kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai operator atau teman dekat.
  • ​Konfirmasi Manual: Jika ada kerabat atau teman yang meminta pinjaman uang secara mendadak melalui pesan singkat, selalu lakukan panggilan telepon atau video terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya.

​Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan siber dapat menyasar siapa saja, bahkan hingga lintas negara. Masyarakat diharapkan lebih jeli dan tidak mudah percaya pada pesan yang meminta bantuan finansial secara mendadak.

​EDI.T