👁️ Dilihat: 303 kali

SUNGAI PENUH – Prosesi pengukuhan gelar adat bagi pemangku adat dari enam luhah di Kota Sungai Penuh berlangsung khidmat di Tanah Kemendapoan Sungai Penuh, Minggu (5/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian sakral dalam pelaksanaan Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat adat.

Sebanyak sekitar 750 orang menerima penobatan dan pengukuhan gelar adat. Prosesi ini menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai adat istiadat sekaligus amanah kepada para pemangku adat untuk menjaga, melestarikan, dan meneruskan warisan budaya leluhur kepada generasi berikutnya.

Acara tersebut dihadiri para Depati, ninik mamak, tokoh adat wilayah Depati Payung Pondok Tinggi, tokoh masyarakat, serta anak batino dari berbagai luhah. Kehadiran seluruh unsur masyarakat adat tersebut mencerminkan kuatnya persatuan dan komitmen dalam menjaga eksistensi adat di tengah perkembangan zaman.

Rangkaian pengukuhan berlangsung dengan penuh khidmat sesuai tata cara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Setiap tahapan prosesi mengandung makna filosofis tentang tanggung jawab, kehormatan, serta pengabdian kepada masyarakat adat.

Kenduri Sko dan pengukuhan gelar adat tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antarluhah, memperkuat kelembagaan adat, serta meneguhkan identitas budaya masyarakat Sungai Penuh.

Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap nilai-nilai adat tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga warisan budaya leluhur terus terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri masyarakat Sungai Penuh.

Edi Tanjung